Menabung 13 Tahun, Petani Ini Akhinya Bisa Daftar Haji

155

Muslim Obsession – Ibadah haji menjadi dambaan tiap muslim. Tak pandang kaya atau miskin, tua maupun muda. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan niat yang kuat. Saat ada niat, semuanya seolah dimudahkan oleh Allah SWT.

Begitupun dengan Budi Bahgie dan Timah Syahra warga Gampong Tualang Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur yang berprofesi sebagai petani.

Sejak 13 tahun silam mengumpulkan uang dari hasil pinang dan sawit bersama istri tercintanya. Demi tekad dan niat mulia supaya bisa mendaftar haji akhirnya terwujud dan mendapatkan nomor porsi.

Didampingi istri dan anaknya, pria berusia 44 tahun ini mendaftarkan dirinya bersama istrinya untuk menjadi jemaah haji di Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Aceh Timur, di Rayeuk.

Sejak 13 tahun silam, pasangan suami istri yang memiliki 5 orang anak ini pun membulatkan tekad untuk menunaikan ibadah haji. Ia bersama istrinya menabung sedikit demi sedikit untuk mencapai cita-citanya pergi ke Baitullah.

aceh

Padahal, jika menilik kesehariannya, keluarga Budi bahgie hanya bisa hidup seadanya dari hasil Kebun sawit dan kebun pinang miliknya seluas lebih kurang 1,5 hektar yang di dalamnya terdapat kebun sawit dan kebun pinang.

Dari penghasilan tak menentu inilah, Budi tiap ada rejeki, selalu menyisihkan untuk ditabung. Singkat cerita, pasangan Bahagia yang sudah menjalankan bahtera rumah tangga sekira 23 tahun silam  mendaftar haji pada awal tahun 2022 di Bank Muamalat via Pelayanan Satu Atap pada kantor Kemenag Aceh Timur.

Saat pergi mendaftar haji, Timah sang istri sempat mengalami tidak enak badan saat dalam perjalanan. Ia bersama istrinya pergi dari Lokop pada Senin 10 Januari 2021 jam 09.00 pagi.

Tiba tiba dalam perjalanan sang istri merasa mual-mual akibat penyakit lambung yang dideritanya dan harus dilarikan ke Puskesmas Rantau Peureulak sekitar jam dua siang.

“Alhamdulillah pada pukul lima sore istri saya dibolehkan pulang oleh pihak Puskesmas, akan tetapi kami tidak lagi balik ke rumah dan tetap melanjutkan perjalanan dan mencari penginapan di Kota Peureulak. Baru paginya kami melanjutkan perjalanan dari Kota Peureulak menuju Kankemenag Aceh Timur untuk mendaftarkan haji,” ujarnya, dilansir Ditjen PHU.

Untuk diketahui lokasi tinggal jemaah itu, sekitar 12 jam perjalanan dari Lokop ke ibu kota Kabupaten Aceh Timur, Idi atau sekitar 107  km dari Lokop ke Kota Idi Rayeuk.[]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here