Mati Karena Hanyut, Prof Quraish: Itu Syahid Akhirat

43
Prof. Quraish Shihab.

Muslim Obsession – Peristiwa hanyutnya putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yaitu Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) di sungai Aare, Bern Swiss, masih jadi perbincangan.

Terkait hal ini, cendekiawan Muslim Indonesia Prof HM Quraish Shihab menjelaskan bahwa mati karena hanyut, melahirkan, tertabrak, dan terbakar adalah contoh syahid di akhirat.

Prof Quraish menyampaikan hal tersebut dalam bincang santai bersama Najwa Shihab dalam acara Shihab dan Shihab bertema Kematian adalah Nikmat yang ditayangkan di YouTube Najwa Shihab, Sabtu (18/6/2022).

“Itu adalah contoh kematian yang mengenaskan. Karena mengenaskan maka kita berdoa ‘kasihan ya’. Doa itulah yang menjadikan dia dinilai mati syahid. Tapi, dinamakan syahid akhirat. Sehingga di dunia, dia mati seperti biasa, dapat dimandikan dan dikafankan,” tuturnya.

Pendiri Pusat Studi Qur’an (PSQ) itu menyebutkan ada tiga macam mati syahid. Yakni syahid dunia, syahid akhirat, dan syahid dunia akhirat.

“Orang yang mati syahidnya hanya di dunia, bukan akhirat, yakni bagi orang yang gugur dalam peperangan. Tetapi, niatnya bukan untuk membela kebenaran,” jelas Prof Quraish, dilansir nu.or.id.

Menurut doktor jebolan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini, seseorang dapat diperlakukan sebagai syahid, sehingga tidak perlu dimandikan.

“Tetapi dia dinilai oleh Tuhan sebagai syahid dunia karena tau niatnya apa, kita tidak tahu niatnya,” imbuh Prof Quraish.

Pengarang Tafsir Al-Misbah itu juga menyebutkan, ada juga syahid dunia dan akhirat.

Yakni orang yang gugur dalam peperangan membela kebenaran, serta Tuhan menilainya orang yang tulus, sehingga dinamakan syahid dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here