Masjid di Sheffield Diserang, Al-Quran dan Buku Islam Disobek Hingga Berceceran

50

Muslim Obsession – Dalam beberapa tahun terakhir, sentimen anti-Muslim telah meningkat jumlahnya di Inggris.

Sentimen ini memanifestasikan dirinya dalam banyak hal, salah satunya adalah penyerangan terhadap masjid yang secara langsung ditujukan pada kebebasan beragama.

Laporan terbaru penyerangan masjid terjadi di sebuah masjid yang terletak di Sheffield, South Yorkshire, Inggris.

Seperti diberitakan itvnews, dikutip Kamis (12/1/2023) berbagai fasilitas masjid dirusak dan dijarah oleh pencuri dalam penyerangan masjid tersebut, yang diduga merupakan bagian dari kejahatan bermotif rasial.

Hal itu terlihat dari foto-foto yang beredar, dokumen-dokumen keagamaan bahkan kitab suci umat Islam, Al-Quran, dirobek dan dibiarkan berserakan di lantai masjid.

Hingga saat ini pengelola masjid masih menghitung total kerugian akibat perusakan dan pencurian fasilitas di masjid tersebut.

Para pemuka agama juga dikabarkan berjuang selama berhari-hari untuk mengembalikan masjid seperti semula.

Ruang penyambutan bagi orang tua dan muda yang biasanya disediakan masjid untuk masyarakat terpaksa menangguhkan layanan sementara setelah sebagian besar fasilitasnya rusak dan barang elektronik dicuri dalam serangan itu.

Polisi South Yorkshire dilaporkan sedang menyelidiki serangan tersebut dan meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait serangan tersebut untuk segera melaporkannya.

Meski identitas penyerang masih belum jelas, pihak berwenang yakin serangan ini dimotivasi oleh kejahatan rasial, yang meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah survei yang dilakukan oleh dua organisasi Muslim Inggris – Muslim Engagement and Development (MEND) dan Sensus Muslim pada pertengahan 2022 mengungkapkan bahwa sekitar 42 persen masjid atau institusi Islam di Inggris telah menjadi target utama serangan bermotif agama dalam tiga tahun terakhir. bertahun-tahun.

Direktur masjid Sheffield yang diserang, Shafiq Mohammed, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menyesali serangan itu.

Dia mengatakan masjid adalah pusat komunitas yang melayani banyak orang di daerah itu dan tidak pernah merugikan siapa pun. Dan itu tidak menyenangkan.

Masyarakat sekarang dikatakan bekerja bahu membahu untuk membersihkan pusat yang sangat mereka hargai. Pengurus masjid berharap layanan segera kembali normal, dan serangan serupa tidak terjadi lagi.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here