Mahasiswa Muslim jadi Sasaran Islamofobia, Universitas di Jerman Minta Maaf 

170

Muslim Obsession – Mahasiswi Muslim yang menjadi sasaran diskriminasi di sebuah universitas di kota Munich, Jerman, telah menerima permintaan maaf resmi dari pihak sekolah menyusul kemarahan yang meluas tentang insiden tersebut di media sosial.

HM Hochschule Munchen mengatakan di Twitter bahwa pernyataan itu menawarkan permintaan maaf yang tulus kepada mahasiswi yang diminta oleh instruktur untuk melepas hijab mereka selama ujian online untuk mengesampingkan kecurigaan penipuan.

“Hiasan kepala agama tidak bisa dibandingkan dengan aksesori fesyen biasa, dan harus diperlakukan berbeda,” kata manajemen universitas dan berjanji akan mengubah instruksi pengawas ujian untuk memastikan penghormatan terhadap kebebasan beragama.

Salah satu mahasiswa yang menghadapi praktik diskriminatif ini mengucapkan terima kasih kepada para pengguna media sosial atas dukungannya melalui akun Instagramnya “_kb.ra” namun juga mengkritisi pihak manajemen yang terlambat merespon kejadian tersebut.

Dia menggarisbawahi bahwa mahasiswa Muslim akan melanjutkan upaya mereka sampai manajemen universitas memastikan perlakuan yang sama dan mengakhiri praktik diskriminatif.

“Kami tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan keadilan,” katanya di akun Instagram-nya, dilansir Daily Sabah, Ahad (6/3/2022).

Meskipun Konstitusi Jerman menjamin kebebasan beragama, umat Islam, terutama wanita berhijab, sering menghadapi praktik diskriminatif dalam pendidikan dan pasar tenaga kerja.

Negara itu menyaksikan tumbuhnya rasisme dan Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh propaganda kelompok neo-Nazi dan partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD).

Jerman, negara berpenduduk lebih dari 83 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa barat setelah Prancis. Di antara hampir 5,3 juta Muslim di negara itu, 3 juta di antaranya adalah keturunan Turki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here