Luruskan Arah Reformasi, Amien Rais Capres Partai Ummat

151

Bogor, Muslim Obsession – Amien Rais sebaiknya diusung oleh Partai Ummat sebagai calon presiden kontestan peserta Pemilu 2024 mendatang.

Demikian hasil diskusi para petinggi Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) saat melepas tahun 2022 dan menyambut tahun 2023 di Pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu Parung, Bogor, Sabtu (31/12/2022) hingga Ahad (1/1/2023) dini hari jelang Subuh.

Diskusi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Parmusi Drs. H. Usamah Hisyam yang juga pengasuh PTQ Pondok Bambu. Sebelum diskusi, penutupan malam tahun baru dimulai dengan tadarusan (membaca Al-Quran) bersama para santri.

Tampak hadir sejumlah petinggi Parmusi, di antaranya Sekjen Abdurrahman Syagaff, Ketua Bidang OKK Syafruddin Anhar, Anggota Majelis Pakar Rahman Acong, Pimpinan Lembaga Dakwah Parmusi Bernard Abdul Jabbar, Wakil Sekretaris Supriyadi, dan sejumlah pengurus lainnya termasuk sejumlah Pengurus Pusat Daiyat Parmusi.

Diskusi dipicu oleh pernyataan Abdurrahman Syagaff, bahwa saat ini tak ada lagi perbedaan bagi umat Islam untuk memilih partai politik, termasuk partai-partai baru.

BACA JUGA: Partai Ummat Percaya Diri Bakal Kalahkan PAN di Pemilu 2024

Satu-satunya peluang bagi parpol baru untuk menjadi besar dan lolos parliament threshold adalah Partai Ummat, bila partai tersebut berani mendeklarasikan Amien Rais yang merupakan pendiri partai tersebut sebagai calon presiden.

Sontak saja diskusi lepas yang semula hanya membahas ke mana aspirasi politik warga dan kader Parmusi harus disalurkan dalam konstalasi parpol menuju Pemilu 2024, menjadi semakin hangat.

Pada Pemilu 2019 lalu, melalui Mukernas dan Jambore Nasional 5.000 Dai Parmusi yang digelar di Gunung Gede Pangrango Cianjur, Jawa Barat, akhir September 2018, Parmusi memutuskan untuk tetap menjadi connecting muslim.

Karena itu para kader, dai, dan simpatisan Parmusi seluruh Indonesia diberi kebebasan sesuai aspirasinya untuk memilih parpol dan calon presiden, dengan prioritas partai-partai yang memperjuangkan aspirasi umat dan capres yang beribadah.

BACA JUGA: Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang

Dalam diskusi malam tahun baru tersebut, Usamah menyambut positif gagasan Abdurrahman Syagaff, akan pentingnya menjadikan Partai Ummat menjadi besar dengan menjadikan Amien Rais sebagai calon presiden.

“Untuk apa mendirikan parpol, bila tak ada kadernya yang bisa ditampilkan sebagai pemimpin bangsa untuk wujudkan cita-cita perjuangan partai,” kata Syagaff. “Pak Amien itu sudah memiliki kualifikasi untuk memimpin bangsa,” tandasnya.

Usamah menceritakan, mengapa jelang pemilu 2019 lalu dia memutuskan mundur dari penasehat Persaudaraan Alumni 212? Karena ketika itu PA 212 telah dijadikan alat untuk mengarahkan pilihan politik umat agar mendukung Prabowo Subianto sebagai capres melalui forum ijtima’ ulama.

Karena forum yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah ijtima’ ulama, maka seharusnya standard kualifikasi yang digunakan untuk memilih figur pemimpin adalah nilai-nilai syariah. Bahwa figur pemimpin bangsa itu yang jelas ibadahnya untuk kemaslahatan bangsa.

“Bukan soal kalah-menang. Karena kalah menang itu urusan Allah Swt.,” tegas Usamah.

BACA JUGA: Partai Ummat Disebut Lolos Peserta Pemilu 2024

Demikian pula Partai Ummat, karena memiliki misi perjuangan keumatan dengan tagline “Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan”, maka harus ditampilkan figur pemimpin bangsa yang bisa wujudkan cita-cita tersebut.

Usamah mengungkapkan, dalam silaturahim memenuhi undangan Amien Rais di kediamannya pada 2021, ia pernah mengingatkan Amien Rais untuk ikut bertanggung jawab meluruskan arah dan kebijakan Reformasi yang dipimpinnya pada 1998.

Sekarang ini Reformasi tumbuh menjelma menjadi super liberal, yang sangat merugikan bangsa, terutama umat Islam.

“Nah Pak Amien sebagai arsitek Reformasi, harus tampil ke depan melalui revitalisasi program kebangsaan Partai Ummat. Luruskan hal-hal yang melenceng, tawarkan kepada rakyat,” ungkapnya.

Usamah memaparkan, tidak ada alasan apapun bagi para kader Partai Ummat untuk tidak mencalonkan Amien Rais sebagai capres Partai Ummat. Karena persoalan Partai Ummat sebagai parpol baru bukan pada elektabilitas figur capresnya, tetapi adalah membangun militansi dan fatsoen perjuangan keummatan di kalangan kader dan ummat Islam sendiri.

BACA JUGA: Partai Ummat Diberi Waktu 9 Hari Penuhi Syarat Kepesertaan Pemilu

Bahwa sudah saatnya umat Islam bersatu untuk memilik alat perjuangan politik yang sesuai dengan konsepsi keumatan dan kebangsaan untuk kemaslahatan anak bangsa.

Apalagi, lanjut mahasiswa program doktoral Manajemen Pendisikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, Amien Rais memiliki rekam digital yang sangat lengkap.

Amien pernah menjadi Ketua MPR RI, Ketua Umum Muhammadiyah, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, arsitek reformasi, dan juga memiliki kapasitas intelektual akademik yang lebih dari cukup.

“Terpenting kita tahu di mana Pak Amien sehari-hari shalat Shubuh, dan dimana masjidnya bila shalat Jumat,” kata Usamah berseloroh.

“Jangan kita berteriak syariah Islam tetapi dalam menetapkan calon pemimpin tak jelas di masjid mana shalat subuhnya,” tandas Usamah.

“Mengenai usia, tak perlu dipersoalkan. Insya Allah Pak Amien sehat wal ‘afiat. Masih ada pemimpin dunia yang lebih sepuh dari Pak Amien,” pungkasnya. (mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here