Luhut Tunda Kenaikan Tiket Borobudur Rp750 Ribu Selama Setahun

63
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: grid)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, setelah melalui berbagai pertimbangan, pihaknya memutuskan untuk menunda kenaikan harga tiket Borobudur selama satu tahun.

“Jadi soal tiket itu saya kira kita hold aja dulu. Kita lihat lagi nanti gimana baiknya,” kata Luhut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6).

Ia pun belum bisa memastikan kemungkinan tiket untuk naik ke Candi Borobudur bakal naik atau turun. Luhut membanding dengan tiket pariwisata dunia.

Namun, menurutnya, berdasarkan perbandingan dengan seluruh dunia diketahui bahwa harga tiket naik Candi Borobudur memang berkisar Rp750 ribu.

“Ya kita lihat nanti, kita dengarkan lagi pendapat masyarakat. Tapi itu sudah kita bandingkan dengan seluruh dunia, ya harganya kira-kira segitu,” ujar Luhut.

Luhut menambahkan, evaluasi pengelolaan Candi Borobudur berlangsung selama satu tahun. Setelah itu, lanjutnya, pihaknya akan mengambil keputusan terkait harga naik Candi Borobudur.

“Setahun lagi. Pokoknya studinya itu Pak Odo [Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu] yang paten yang tanggungjawab, saya yang buat keputusan,” ucap Luhut.

Pada akhir pekan lalu, Luhut mengungkap rencana pemerintah menerapkan harga tiket baru untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur lewat akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

“Kami juga sepakat untuk membatasi kuota turis sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya US$100 untuk wisman dan turis domestik sebesar Rp750 ribu. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya Rp5.000 rupiah saja,” katanya dalam unggahan akun tersebut.

Luhut menuturkan langkah tersebut dilakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

Semua turis, lanjut dia, juga nantinya harus menggunakan pemandu wisata (tour guide) dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

Pengumuman itu pun memantik protes dari beberapa kalangan. Salah satunya, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi yang menilai alasan pemerintah menaikkan tarif tiket untuk menjaga kelestarian candi merupakan langkah yang kurang tepat.

“Kalau memang tujuannya hanya untuk menjaga kelestarian Borobudur, ya jangan dengan tarif yang tinggi dong,” kata dia dalam status Whatsapp-nya, Senin (6/6) lalu.

Menurut Tulus, pemerintah bisa menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dan menjual tiket secara online. Dengan demikian, kapasitas pengunjung pun lebih terkontrol. Selain itu, pemerintah juga harus memberlakukan sanksi tegas bagi pengunjung yang melakukan aksi vandalisme di kawasan Candi Borobudur. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here