Larang Hubungan Sejenis, Rusia Perluas UU Anti-LGBT

123
Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jakarta, Muslim Obsession – Parlemen Rusia menyetujui menyetujui amandemen undang-undang anti LGBT+ pada Senin (31/10). Dengan begitu, pemerintah Rusia semakin menegaskan adanya hubungan antar sesama jenis di negaranya.

Reuters melaporkan majelis rendah Rusia atau Duma telah memberikan dukungannya terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) yang melarang segala bentuk propaganda hubungan LGBT pada Kamis (27/10) lalu.

Sebelumnya, Rusia telah memiliki UU yang melarang propaganda LGBT+ pada 2013 lalu. Perluasan UU anti LGBT+ ini diajukan oleh anggota parlemen Rusia Alexander Khinshtein dan Nina Ostania.

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat dewan koordinasi untuk memastikan kebutuhan Angkatan Bersenjata Rusia, melalui tautan video di Moskow, Rusia 25 Oktober 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat dewan koordinasi untuk memastikan kebutuhan Angkatan Bersenjata Rusia, melalui tautan video di Moskow, Rusia 25 Oktober 2022.

Ostanina memberikan poin amandemen mengenai informasi yang disebarluaskan melalui pers, televisi, radio, dan internet tidak boleh bertentangan dengan nilai keluarga tradisional atau dilarang total.

Nilai tersebut juga berkorelasi dengan pelarangan propaganda hubungan seksual non-tradisional. Amandemen UU anti LGBT+ ini juga memberikan legitimasi bagi Rusia untuk menindak keras siapapun yang melanggarnya.

Sedangkan Khinshtein memperluas UU antI LGBT+ yang melarang propaganda yang menargetkan anak-anak, kini pelarangan itu mencakup semua usia. Siapapun yang menyebarkan pesan yang ditafsirkan secara positif oleh komunitas LGBT+ dapat didenda atau ditangkap. Kegiatan yang berhubungan dengan komunitas LGBT+ akan dilarang, mulai dari pawai pride, pemutaran film, hingga pameran.

Pengesahan amandemen ini pada dasarnya berkaitan erat dengan perang yang tengah berlangsung. Contohnya ketika Khinstein mengemukakan kartun Inggris Peppa Pig adalah alat perang hibrida yang berupaya menormalkan hubungan sesama jenis.

Sikap Khinstein ini sejalan dengan Presiden Vladimir Putin yang turut mengkritik sudut pandang barat mengenai hubungan non-tradisional. Ia juga menyebut kediktatoran elit Barat merupakan ‘Setan’

“Apakah kita benar-benar ingin, di sini, di negara kita, di Rusia, alih-alih ibu dan ayah, memiliki orang tua nomor satu, orang tua nomor dua, orang tua nomor tiga? Apakah mereka sudah benar-benar gila?” kata Putin dalam pidatonya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here