Kopi Sehat UBM: PTQ. Pondok Bambu, Pesantren Modern Berbasis Tauhid

115

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Dai Nasional Parmusi – Politisi Partai Ummat)

HARI INI, Ahad, 18 Dzulhijjah 1443 H atau bertepatan dengan 17 Juli 2022, “Duo Buchory” yakni Dr KH Bukhori Abdul Shomad (Ketua Lembaga Dakwah Parmusi PP Parmusi) dan Dr KH A Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP Parmusi) diminta oleh Pembina sekaligus Pengasuh PTQ. Pondok Bambu yang juga Ketua Umum PP Parmusi Abah Dr (C) H Usamah Hisyam, M.Sos untuk memberikan Taujîh Akbar sekaligus menyemangati para santri baru untuk mengawali dimulainya Tahun Ajaran Baru 1443 – 1444 H atau 2022 – 2023 M.

Pesantren Tahfizhul Qurân – Madrasah Tsnawiyah dan Aliyah Pondok Bambu di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor ini memiliki kapasitas kamar atau tempat tidur untuk 200 santri beasiswa penuh dari Obsession Media Group (OMG), sebuah perusahaan media yang dibidani Pa Uka, panggilan akrab putra Bugis Enrekang kelahiran Surabaya ini.

PTQ. Pondok Bambu ini diharapkan dapat terus berkembang pesat serta maju sehingga InsyaAllâh di desa ini akan dikembangkan empat pilar Desa Madani yang merupakan program andalan dan manhaj Da’wah illâh yang dikembangkan oleh Parmusi dalam membentengi Akidah Umat dengan terus mengokohkan posisi Parmusi yang merupakan Connecting Moslem yang selalu menyapa, menata dan membela umat.

Dalam kesempatan tadi pagi menjelang siang ketika memberikan taujîh dan tasji’ di hadapan puluhan santri juga orang tua walinya, saya sampaikan bahwa di pesantren itu cuma ada dua suasana, yakni suasana yang enak dan enak sekali.

Tidak ada susana tak enak atau tak nyaman. Apalagi saya tahu dan kenal betul dengan keluarga Pendiri Utama Pondok ini, yang semata-mata membangun pondok dengan anggaran yang tak sedikit dan bea siswa full ini dengan niat ibadah dan membangun bangsa serta mencerdaskan dan mencerahkan umat.

Saya yang lima tahun belakangan ini sering mendampingi Abah Dr (C) Usamah Hisyam, ke mana-mana, mulai dari daerah terpencil di Pelosok NTT bahkan sampai ke Atambua di ujung Pulau Timor berbatasan dengan Timor Leste, Pulau Rote, ujung Sambas di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Negri jiran Malaysia itu, bahkan saat ini dipimpin Dai Kader Parmusi sebagai Bupatinya, Pulau Suku anak Laut di Kepualuan Riau, Suku Tajio di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, serta sempat beberapa kali terjun langsung di wilayah bencana, sampai acara Internasional bela Palestina di Istanbul sana, saya melihat langsung bagaimana beliau bersungguh-sungguh mengerahkan potensi dengan biaya yang tak sedikit.

Menariknya, beliau selalu menyebut zakat, infaq shadaqah dan waqafnya dalam membiayai dan mengembangkan da’wah ilallâh ini dengan istilah APBL – Anggaran dan Pendapatan Belanja Langit. Agenda rutin yang baru terhenti sejak wuhan corona virus melanda adalah mengumrohkan kader Da’i pilihan yang sebelumnya ditempa 40 hari sekaligus dibekali skill seperti Thibbun Nabawy dll di Pondok Bambu yang kini jadi pesantren ini.

Belum lagi agenda besar lima tahunan yang akan kembali berlangsung tahun 2023 adalah Jambore Da’i yang ke dua serta akan diikuti insyaAllâh 10.000 Da’i, setelah tahun 2018 telah diikuti 5000 Da’i. Ini sebuah event fantastis dan fenomenal dan mungkin pertama kali terjadi. Allâhu Akbar.

Semoga PTQ Pondok Bambu yang telah diresmikan pembukaan proses belajar mengajarnya pagi tadi ini, menjadi Pondok yang maju, pesat dan penuh berkah dalam ridla Allâh dengan melahirkan kader Dakwah yang kuat akidahnya, shahihah ibadahnya, Cerdas intelektualnya, terpuji akhlaqnya serta peduli dan penuh ghirah dalam mengamalkan, mensyiarkan serta memperjuangkan Da’wah ilallâh insyaAllâh.
Aamiin Yaa Mujiib

والله اعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here