Kopi Sehat UBM: Melembutkan Hati

197

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Politisi Partai Ummat)

BICARA hati adalah bicara esensi kemanusiaan selaligus kehambaan kita. Posisi paling mendasar kemanusiaan kita apalagi kehambaan, pasti sangat terpengaruh dari hati atau fikiran dan perasaan.

Kepada Rasûlullâh ﷺ, Allâh ﷻ memberikan arahan secara detail tentang peran Qalbu alias hati, fikiran dan perasaan. Di mana dalam kitab arahan mulia dari Yang Maha Mulia telah digariskan:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka berkat rahmat Allâh engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allâh. Sungguh, Allâh mencintai orang yang bertawakal,” (QS. Ali Imran: 159).

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Saudara yang Dirindukan

Keikhlasan kita dalam memaafkan siapa saja yang membuat hati kita keras, bahkan kemudian ikut menjadi keruh adalah awal langkah menata hati. Dengan demikian selanjutnya akan mudah untuk kita lakukan adalah memohon ampunan pada Allâh ﷻ dan kemudian dapat duduk bareng untuk saling bermusyawarah.

Setalah itu kita mampu berazzâam atu mampu membulatkan tekad kemudian bertawakkal pada Allâh ﷻ Sang Penggenggam dan Pengendali hati.

Dalam merawat dan menjaga kelembutan hati, kita dituntun untuk pertama kalinya agar terus dan senantiasa memperbanyak tilâwah atau Baca Al-Quran dengan tadabbur atau memahami fungsi dan ma’nanya untuk dapat dipraktekkan dalam hidup dan kehidupan ini.

Selanjutnya perbanyak Dzikrullâh atau mengingat serta selalu menyebut nama Allâh ﷻ kapanpun dan di manapun, sebagaimana arahan Allâh ﷻ dalam surah Ar-Ra’d ayat 28: “Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allâh, hati akan menjadi tenang.”

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Membangun Peradaban Madani

Demikian pula dalam hal pertemanan, kita dituntun untuk memeperhatikan siapa teman atau kawan yang berteman atau berkawan baik dengan kita. Dasar terbaik dalam pertemanan adalah ketaqwaan atau agama yang dipraktekkan dengan baik dalam hidup dan kehidupan di dunia fana ini.

Pada bagian lainnya, menyayangi Anak Kecil, khususnya anak yatim adalah cara efektif dalam menata dan melembutkan hati sebagaimana arahan dan contoh kongkrit ala Rasûlullâh Muhammad ﷻ dalam menyayangi dan menjadi penjamin para yatâmâ.

Langkah paling manjur dan efektif tentunya adalah terus dan selalu berdo’a kepada Allâh ﷻ. Kita hendaknya selalu perbanyak do’a kepada Allâh ﷻ agar senantiasa dimudahkan dalam ketaatan dan diberikan kelembutan hati.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Semua Terserah Kita

Di antara doa yang jadi wirid harian sebagaimana diamalkan oleh orang shâlih atas bimbingan Rasûlullâh ﷻ adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Ya Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian,” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

والله اعلم وبارك الله فيكم

اللهم بلغنا رمضان

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here