Kopi Sehat UBM: Kekuatan Silaturrahim

96

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Politisi Partai Ummat)

SEBAGAI makhluk sosial, kita tak bisa hidup sendiri, kita pasti butuh pertolongan atau bantuan orang lain sekecil apapun itu.

Karenanya, menjaga tali silaturrahim itu sekuat mungkin, walau pada orang yang pernah menyakiti, membenci atau memusuhi kita sekalipun.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Indahnya Persaudaraan Imani

Suatu saat, boleh jadi kita berurusan dengan yang mungkin sedang kita musuhi atau memusuhi kita. Maka wajar kalau Rasúlulláh ﷺ sampai membolehkan berbohong dalam rangka mendamaikan dua saudara atau lebih yang sedang bermusuhan.

Qalbun atau pikiran dan perasaan sebagaimana asal katanya adalah sesuatu yang suka bertukar atau berubah, karenanya selalu kita jernihkan dengan dzikir, tilâwah, bangun malam, shaum dan juga sering-sering berkumpul dengan orang-orang shâlih.

Lihatlah anjing ‘Ash-hâbul Kahfi’, namanya sampai disebut dalam Al-Quran karena berkumpul dan berteman dengan pemuda-pemuda shâlih itu. Mâsya Allâh…!

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Jaga Silaturrahim

Jadi, janganlah membenci seseorang itu berlebihan. Jangan pula mencintai seolah tak ada cela, kecuali hanya cinta sejati buat Allâh ﷻ dan RasûlNya ﷺ.

Sering-seringlah menduduk agar tak selalu ingin menanduk, sering-seringlah berterimakasih agar tak mudah sakit hati dan gampang resah.

Teriring doa buat yang sedang memutuskan tali silaturrahim, semoga baik- baik saja dan semoga segera move on untuk kembali menyambung rasa.

Buat yang punya kepentingan sesaat dalam menata silaturrahim, segeralah benahi hati dan perbaiki niat agar semua berpahala dan membawa kebaikan dan perbaikan. Aamiin Yaa Muhaimin Yaa Salaam.

Wallahu a’lam bish shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here