Kopi Sehat UBM: Dosa dan Suasana Hati DOSA DAN SUASANA HATI

46

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Dai Nasional Parmusi, Politisi Partai Ummat, Aktivis Islam & Advokat Muslim)

“DOSA adalah segala sesuatu yang membuat hatimu bimbang dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya,” begitu sabda Rasülulláh ﷺ ketika ada salah seorang sahabat yang bertanya kepadanya tentang apa itu dosa.

Ketika ada seseorang yang berbuat dosa, pada hakikatnya ia telah dikalahkan oleh hawa nafsunya. Virus dosa ini harus segera diobati sebelum menjalar atau menular. Obat yang paling efektif dan ‘cespleng’ adalah dengan istighfâr, memohon ampunan kepada Allâh ﷻ.

Karena satu dosa yang dilakukan seseorang itu bagai penyakit yang menempel di jiwanya. Jika tidak segera diobati, suatu saat penyakit ini akan menjalar dan menggiringnya untuk melakukan dosa-dosa lainnya.

Dosa yang terus menumpuk dan tidak segera diobati bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun akan mati.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Indonesia Bertauhid

Rasülulláh ﷺ bersabda, “Ketika seorang hamba melakukan satu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Jika ia meninggalkannya dan memohon ampunan serta bertaubat, maka hatinya dibersihkan. Jika ia kembali untuk berbuat maksiat, maka ditambahkan lagi titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya”.

Setan tau betul berbagai macam cara untuk menjebak dan kemudian menggelincirkan kita. Dia tau betul kapan dan dimana dia akan membohongi bahkan kemudian menipu kita.

Ada ungkapan para cendikiawan yang bertauhid menyebutkan: “Shaitan doesn’t win when you sin, he wins when you think Allâh ﷻ won’t forgive you…” Maknanya adalah bahwa setan tidak akan menang ketika kita berbuat dosa, tapi syetan baru merasa mendapatkan kemenangan ketika kita mulai putus asa dan berpikir bahwa Allàh ‎ﷻ tidak akan pernah mau mengampuni dosa dan salah kita lagi.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Mengadulah Hanya kepada Allah

Seperti halnya air keruh bahkan kotor yang ada dalam gelas, orang yang berpikir pendek akan menganggap tak mungkin lagi isi gelas itu menjadi jernih dan bersih kembali.

Tetapi bagi orang yang berpikir panjang, maka gelas yang berisi air yang keruh itu akan diisi dengan air jernih dan bersih agar air keruh dan kotor itu tertumpah dan kemudian air bersih akan mengisi ruang yang terbatas itu.

Karenanya, ayo ‘nyalakan’ hati nurani kita, ayo terus perbanyak istighfâr dan taubat pada Allâh Al-Ghaffâr. Karena suara hati nurani itu tak kan pernah dapat dibungkam oleh siapapun dan dengan cara apapun.

واعتبروا يااولى الأبصار

والله أعلم وبارك الله فيك

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here