Kopi Sehat UBM: Di Mana Pancasila Kita?

108

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Ketua DPP Partai UMMAT)

KITA tahu bahwa ada sejarah dan filosifinya, mengapa Pancasila itu dibuat dengan urutan seperti yang kita kenal saat ini, karena yang diusulkan berbeda-beda.

Soekarno misalnya, usulkan sila pertama Kebangsaan, dan yang terakhir Ketuhanan. Sedang Yamin mengawali dengan kebangsaan dan menutup dengan Kesejahteraan.

Namun ulama-ulama mengarahkan dan akhirnya menjadikan sila pertama adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan diakhiri Keadilan.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Menyiapkan ‘Jalan Pulang’

Kalau kita cermati, ada pesan-pesan yang sangat penting, dari segi urutan, pemilihan diksi, sampai penjelasan-penjelasan lain yang menunjukkan kentalnya ke-Islaman di situ.

Keadilan misalnya, adalah hasil dari kerakyatan dengan penguasa yang bijaksana dari musyawarah, dan itu semua dari hasil persatuan komponen bangsa.

Persatuan takkan lahir apabila kita tak saling memanusiakan, persatuan itu mustahil bila kita merasa lebih dari yang lain, tapi menjadi kewajiban andai kita menghargai manusia.

Dari mana semua itu sumbernya? Ber-Tuhan. Maka agama, pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang tunggal, TAUHIID, itulah yang menjadi fondasi bagi semua di atas.

Sayangnya, narasi yang dibangun mereka yang katanya para pembela Pancasila ini, justru menyudutkan dasar paling penting pada Pancasila, Ketuhanan atau agama itu.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Teruslah Lillah Agar Tidak Lelah

Maka wajar kita tak mendapati keadilan sosial, sebab kita tak memiliki pemimpin yang mau tunduk pada hikmah (apa yang Alläh turunkan), dan enggan bermusyawarah.

Mengapa kerakyatan kita rapuh? Sebab kita belum bersatu. Mengapa tak bersatu? Sebab kita belum jadi manusia seutuhnya, belum mampu memanusiakan yang lain.

Slogan yang gombal. Yang berlagak paling Pancasilais ditangkap KPK, saat Rakyat menderita malah nilep sembako yang buat rakyat dan bagi untung buat rekan sejawat. PCR entah datang dari mana dan apa kontribusinya buat ngusir Wuhan Covid malah jadi sarana bancakan.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Agama Sumber Inspirasi dan Aspirasi

Orang yang dianggap paling paham, melengos menolak salaman, nggak mau temenan dan masih banyak lagi kedunguan akhlak serta kemiskinan moral lainnya.

Sedang ulama, yang memahami Islam, yang jadi sumbernya Pancasila. Malah dianggap anti-Pancasila, disudutkan. Diduga banyak malah yang dikriminalisasi dan dituding dengan tudingan fitnah dan hoax.  Tapi hebatnya, mereka tetap sibuk menjaga umat dalam semua tempat dan kesempatan bahkan di tempat beliau-beliau ditahan atau dikurung.

Andai saja penguasa saat ini mau menyadari, kekeliruan yang sangat besar adalah bernarasi bahwa Islam seolah sumber masalah Indonesia, padahal sejatinya Islam itu dasar semuanya. Semua kebaikan moral untuk pribadi, keluarga, semua umat serta kemajuan bangsa dan negara.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here