Kopi Sehat UBM: Dakwah Sebagai Gerakan Perubahan

136

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta, Politisi Partai Ummat)

Di Kota Al-Madînah Al-Munawwaroh, dekat dari Mujamma’ Malik Fahd atau Gedung percetakan Al-Quran Raja Fahd bin Abdul Aziz, dan di beberapa sudut Kota, ada baliho besar yang terpampang sejak lama, bahkan sudah beberapa kali diganti atau pasang ulang dengan tampilan lebih gres tapi isi yang sama.

Tulisan di baliho besar itu adalah empat program besar yang dicanangkan Rasûlullâh ﷺ ketika pertama kali tiba di Yatsrib dalam membangun Negeri berkeadaban itu.

Negeri yang sangat heterogen terdiri dari suku, kabilah bahkan Agama dan aliran kepercayaan yang berbeda-beda dan kemudian diganti namanya menjadi Al-Madînah Al-Munawwaroh, Kota yang penuh cahaya.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Masjid Sebagai Pilar Peradaban

Realitas baru yang dihadapi Rasûlullâh ﷺ pada ketika itu adalah suasana dimana bukan hanya ada orang-orang yang menyambut dakwah beliau, tetapi ada kelompok pembenci bahkan golongan yang selalu menghasut dan menimbulkan perpecahan serta instabilitas yang sangat mengganggu susana sosial pada ketika itu.

Sebagai pendatang baru apalagi membawa misi dan ajaran baru, ajaran yang sangat bertolak belakang dari ajaran yang sudah ada dan berkembang, membuat Rasûlullâh ﷺ harus mencari cara untuk mengatasi kerawanan itu. Hal inilah kemudian membuat beliau mencanangkan empat ‘agenda reformasi’ itu:

أيها الناس: أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ ‏

“Wahai sekalian Manusia: Sebarkan salâm, berikan makan, sambungkan silaturrahim dan shalatlah di tengah malam saat kebanyakan manusia pada tidur agar kalian masuk Surga dengan selamat”.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Melembutkan Hati

Empat ‘agenda reformasi’ yang sangat mengakar dan dicatat dalam kitab Sunan Ibnu Majah nomor 3374 itu dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertama: Sebarkan salam, maknanya adalah menyapa dengan kelembutan, menghadirkan rasa aman, nyaman, hadirkan keamanan dan kenyamanan.

Jangan ada teror dan intimidasi, jangan ada ada narasi kebencian dan kedengkian apalagi yang dapat membuat tirani minoritas dan merorongrong posisi mayoritas.

Kedua: Berikan makan, maknanya adalah menata ekonomi, membangun keadilan yang proporsional, jangan membuat kesenjangan yang semakin menganga antara si kaya dan si papa.

Jangan ada hegemoni segelintir orang yang kemudian terkesan memarjinalkan kelompok yang lebih besar. Jangan ada oligarki yang diberi tempat spesial apalagi sampai pada membuat pesta koruptif dan kolusif.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Saudara yang Dirindukan

Ketiga: Sambungkan tali silaturrahim, maknanya membangun jaringan, merawat kebersamaan, meminimalisir bahkan menghilangkan kerawanan dengan pembelaan yang sejati berupa pemerataan yang berkeadilan.

Distribusi kekayaan yang seimbang dan proporsional sehingga muncul rasa nyaman yang berkeadilan. Si kaya yang tak merasa dirongrong dan si papa yang tak merasa ditindas.

Keempat: Membangun kekuatan spirtual. Shalat malam adalah ibadah khâsh. Ibadah yang sangat spesial dalam menaata ruhani sekaligus jasmani.

Dalam kehidupan ini, kita tak hanya butuh IQ dan EQ tapi SQ sehingga terjadi keseimbangan hidup sesuai dengan suara hati dan jiwa sebenarnya.

Membangun jangan seperti membangun Rumah sakit! Kenapa? Karena sehebat apapun bangunannya, secanggih apapun interior dan alat-alatnya, sekokoh apapun rancangan bangunannya tetaplah sebuah rumah sakit, di mana isinya pasti orang-orang sakit! Baik yang sakit fisik ataupun sakit mental dan jiwa.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Ketika Hati Keruh

Gerekan reformasi Islami ini adalah sebuah gerakan dakwah yang melahirkan atau menghadirkan perubahan.

Gerakan simultan yang bukan hanya di suarakan di mimbar atau forum seminar, tapi gerkan yang mengakar di tengah umat dan Bangsa yang dalam istilah Parmusi disebut gerakan keIslaman dalam keIndonesian, dengan menyapa, menata dan membela dalam program Desa Madani.

Dalam istilah lain dalam gerakan lebih luas dan komprehensif, Hidâyatullah sebagai Harakah Da’wah dan Tarbiyah menamakannya dengan gerakan membangun peradaban.

Kampus-kampus Pesantrennya di manapun dijadikan sebagai gerakan riel dan kongkrit dalam aktualisasi ajaran Islam atau praktek hidup Islami secara jama’i yang berawal dan berakhir di Masjid dalam shalat jama’ah dan praktek hidup sehari-hari.

Semoga Negri berkeTuhanan yang Maha Esa ini, kita mampu membangun dan menatanya dengan Tauhîd yang kokoh, akhlâq atau moral yang mulia dan pembangunan yang berkeadilan sejahtera lahir dan bathin, dunia akhirat sehingga dapat terus maju dalam segenap dimensi, maju fisiknya, maju psykisnya.

Maju negrinya, sejahtera rakyatnya dalam naungan rahmat dan ridla Ilâhi. Aamiin Yá Muhaimin Yá Salàm.

والله اعلم و المستعان وبارك الله فيكم

اللهم بلغنا رمضان

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here