Kopi Sehat UBM: Antara Nasib dan Nasab

376

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Da’i Nasional PARMUSI, Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

NASIB kita ke depan, tergantung sikap dan langkah kita hari ini. Sebagaimana nasib kita hari ini adalah bukti kepedulian atau ketidakpedulian kita dari sikap dan tingkah kita pada masa lalu.

Hendaknya kita jangan hanya jadi orang ‘pelit bin kikir’ juga ‘korek bin medit’ dengan hanya peduli pada urusan dan kepentingan diri sendiri, keluarga, kelompok apalagi ‘penjilat’ di sekitar kita. Karena kita tak bisa sendiri, tentunya!

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Kemerdekaan yang Hakiki

Ada orang yang terlihat begitu gagah berani sedang “berjudi” mempertaruhkan nasib bangsa, karena ingin memuluskan jalan untuk kepentingan nafsunya dan dan nafsu orang di sekitarnya.

Dia sangat paham pada waktu lalu pernah gagal menyelamatkan ratusan ribu bahkan jutaan mata uang luar negri dari hasil judinya sebagai penjudi internasional karena nafsu serakah dalam mengeruk kekayaan dengan cara instan.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: PTQ. Pondok Bambu, Pesantren Modern Berbasis Tauhid

Sementara, yang punya ‘nasab’ atawa garis keturunan yang sudah kenyang dan kaya menikmati hasil ‘warisan’ dari orang Tua atau penguasa terdahulu juga masih ingin berlomba merebut semua dan semaunya, bagaimana dengan kita?

Jika kita sama, tak ‘senasib dan senasab baik’ dengan ‘mereka,’ apa yang kita telah, sedang, akan dan terus perjuangkan untuk nasib bangsa kita ke depan? Sangat bergantung pada kita!

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Arafah Momentum Vital untuk Muhasabah Total

Sungguh Allâh تعالى tidak merubah nasib kita, sampai kita mau merubah apa yang ada pada diri kita sendiri bukan sekedar apa yang ada pada kita.

Mari kita baca dan renungkan bersama secara mendalam firman Allâh عزوجل dalam Al-Qurân surah Ar Ra’ad ayat ke 11.

والله اعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here