Komisi Yudisial Siap Awasi Sidang UFO di PN Jaktim

470
Suasana audiensi Tim Advokasi Bela Umat Bela Islam dengan Komisi Yudisial. (Foto: Pessy/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Komisi Yudisial (KY) berjanji akan turut mengawasi dan memantau jalannya persidangan tiga terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kepala Biro Pengawasan Perilaku Hakim KY, Mulyadi, mengatakan bahwa pihaknya siap menurunkan tim untuk memantau jalannya persidangan tersebut.

“Kami di KY tetap menjaga amanah masyarakat sesuai tugas kami, tapi masih banyak masyarakat yang belum tahu juga bahwa KY itu tugasnya mengawasi etik, bukan mengawasi putusan. Tapi kita punya kewenangan untuk melakukan eksaminasi putusan,” kata Mulyadi saat menerima audiensi Tim Advokasi Bela Umat Bela Islam, Senin (29/8/2022).

Ia mengungkapkan saat ini KY sedang fokus mengawasi persidangan kasus pertanahan di pengadilan sebagai tindaklanjut hasil kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

BACA JUGA: UFO Ulama Santun dan Nasionalis, Aneh Kalau Dituduh Teroris

“Jadi mafia tanah itu fokus kita. Selain tanah kita juga fokus ke isu perempuan. Kalau ada arahan dari pimpinan nanti kita tambahkan fokus ke masalah terorisme jadi kita akan pertimbangkan,” pungkas dia.

Audiensi dilakukan sejumlah pengacara yang menamakan diri Tim Advokasi Bela Umat Bela Islam. Dalam audiensi tersebut Tim Advokasi Bela Umat Bela Islam meminta KY mengawasi jalannya persidangan tiga terdakwa kasus dugaan terorisme, yaitu Ustadz Farid Ahmad Okbah (UFO), Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Respons KY mereka menerima dan bersedia akan menurunkan tim pemantau ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk melihat proses sidang di sana,” ujar salah satu Tim Advokasi Bela Umat Bela Islam, Azam Khan usai audiensi.

Dia menilai ada indikasi kuat hakim yang menangani perkara tersebut tidak jujur dalam menegakkan hukum. Namun Azam tidak merinci seperti apa ketidakjujuran hakim dimaksud.

BACA JUGA: Tuduhan terhadap UFO Tak Berdasar, Penasihat Hukum: Kita Akan Lawan

“Belum ada pelanggaran, tapi ada indikasi takut dia (hakim) tidak jujur dalam menegakkan hukumnya oleh karrna ini masih berproses panjang,” ungkap Azam.

Sebelumnya sidang diwarnai dengan perdebatan antara tim kuasa hukum para terdakwa dengan majelis hakim. Tim kuasa hukum meminta sidang digelar secara tatap muka, namun sempat ditolak walaupun pada akhirnya diterima.

“Kita lawan maka terjadilah perdebatan, akhirnya disepakati offline. Maka para terdakwa dihadirkan. Kenapa? karena kami mengacu pada KUHAP. KUHAP Itu tertinggi. Sedangkan di sana (hakim) menggunakan Surat Edaran MA. Surat Edaran MA itu perlu persetujuan terdakwa, setuju nggak terdakwa. Ternyata terdakwa tidak setuju, maka harus offline,” tegas dia.

Sebagai informasi, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah, dan Ustadz Anung Al-Hamat atas dugaan tindak pidana terorisme pada Selasa (16/11/2021). (Fath/Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here