Kisah Nyata Seorang Kakek dari Madinah

955
Masjid Nabawi di Madinah.

Muslim Obsession – Namanya Hasan, tinggal di sekitar Al-Usayfirin yang terletak 2 kilometer ke barat dari pintu 318 Masjid Nabawi. Di usianya yang mendekati 70, Hasan sendiri karena 20 tahun sang istri sudah menghadap Ilahi.

Menarik mengenalnya Shubuh ini. Tak sengaja karena berjalan dengan tongkat dan insting Indonesia, saya berusaha membantu. Tapi apa dia bilang: “Laa.. kholas, Alloh ma’i.. insyaAlloh aqwa minka walau yashghuruni bis sanawat“.

Masya Allah.. dia gak mau dibantu. Saya malah dibilang, “Jangan.. sudah, ada Allah bersamaku. Insya Allah saya lebih kuat dari kamu walau kamu bertahun-tahun lebih muda dariku”.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif! Keajaiban Doa Penjual Tempe

Begitulah jiwa jika Allah sudah ada. Merasa sudah Allah saja, tak bergantung pada makhluk-Nya.

Saya ikut jalan di belakangnya. Setelah sunnah 2 rakaat, saya tunggu, rupanya dia lanjut hingga 11 rakaat.

Dan sekarang pagi jam 4.

Syeikh laqod fasad sitrok min ro’yi, sa ahdhir laka hasanatan bada sholah,” kata saya (Pak, sy lihat jaketnya dah rusak, saya belikan ya yang baru setelah shalat).

BACA JUGA: Renungan Malam: Satu Kisah, Dua Sudut Pandang

Masya Allah, lagi-lagi jawabannya gak terduga:

“Istri saya wafat sekitar 20 tahun lalu. Dia suka jaket ini, dia beli untuk hadiah saya, saya pakai selalu untuk shalat agar pahalanya selamanya Allah berikan kepadanya”.

Kami lanjut shalat Shubuh. Setelah selesai, melalui pintu 318 Masjid Nabawi, saya antar sambil tanya lagi:

Qoryatak baid wa anta tamsyi fith thoriqith thowil, lima tusholli fil ghurfah?” (Pak, desanya agak jauh, jalan kaki pula, kenapa gak shalat di rumah saja?)

BACA JUGA: Kisah Seorang Guru yang Belajar kepada Muridnya

“Allah sudah berikan saya kaki hampir 70 tahun, saya berharap kaki ini jadi saksi bahwa tiap langkahku ke Nabawi ada nama ayah dan ibuku yang meringankan mereka berjalan di atas shirath Allah kelak”.

Jleb!! Sambil menangis saya menulis kisah ini.

Kakek Hasan, sendiri, dengan tongkat menempuh 2 kilometer untuk mengejar keberkahan jamaah Shubuh. Sementara saya?

 


Kisah ini ditulis Muhammad Arafah Kube, dari Masjid Nabawi, 30 Rajab 1423 H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here