Kisah Lelaki Tua di Gurun Pasir

884
Ilustrasi: Orang tua di gurun. (AFP)

Muslim Obsession – Seorang pekerja migran di Arab Saudi bercerita tentang pengalamannya sebagai berikut:

Pada suatu hari di bulan Ramadan, majikan mengutus saya untuk membagi-bagikan zakat ke kawasan dekat pantai di mana terdapat banyak warga miskin tinggal. Uang yang akan dibagikan sudah dimasukkan ke dalam amplop. Setiap amplop terdiri dari 5.000 Riyal Saudi (setara dengan Rp.19.784.138,81).

Ketika kami meninggalkan salah satu desa menuju jalur Jeddah – Jizan (kota pelabuhan dan ibu kota Provinsi Jazan, yang terletak di barat daya Arab Saudi, dan berada di utara perbatasan Arab Saudi dan Yaman), kami bertemu dengan seorang lelaki tua, tetapi sangat kuat dan dalam kesehatan yang baik. Lelaki yang berusia sekitar 70 tahun itu berjalan di jalan umum.

“Apa yang dilakukan orang tua pada waktu seperti ini dan di tengah padang pasir seperti ini?” tanya temanku.

“Saya yakin itu orang Yaman, masuk wilayah Arab Saudi dengan cara diselundupkan,” kata pengemudi kendaraan yang saya tumpangi.

BACA JUGA: Kisah Menginspirasi, Saat Ahmad bin Miskin Diuji Nafsu Tersembunyi

Kami pun berhenti.

“Pak Tua dari mana?” tanya saya.

“Dari Yaman.”

“Lalu Bapak mau pergi ke mana?”

“Sudah lama saya merindukan Rumah Allah.”

“Bapak mau pergi ke Mekkah?”

“Betul.”

Kami pun membukakan pintu kendaraan dan mempersilahkan lelaki tua itu masuk. Dalam perjalanan kami menanyakan banyak hal tentang lelaki tua ini.

“Apakah Bapak masuk wilayah Arab Saudi ini secara resmi?”

“Tidaklah. Saya masuk lewat jasa penyelundupan.”

“Mengapa tidak masuk secara resmi?”

“Kalau saya masuk secara resmi, saya harus membayar 2.000 Riyal Saudi sebagai asuransi, sementara saya hanya punya 200. Saya bayar 100 riyal untuk sampai ke perbatasan dan uang saya sekarang tinggal 100 riyal.”

BACA JUGA: Merinding Bacanya! Kisah Dahsyatnya Sedekah Ramadhan

“Oh. Begitu. Lalu dari perbatasan sampai tempat ini sudah berapa lama Bapak berjalan kaki?”

“Enam hari.”

“Tentunya Bapak tidak berpuasa kan selama ini karena sedang dalam perjalanan jauh.”

“Alhamdulillah saya berpuasa.”

“Masya Allah. Luar biasa Bapak ini. Oya, selama perjalanan Bapak kan melewati lima pos pemeriksaan. Bagaimana Bapak bisa lolos?”

“Demi Allah Yang tiada Tuhan selain-Nya. Saya berjalan melewati gerbang pos pemeriksaan, tidak seorang pun yang menghentikan saya apa lagi memeriksa saya.”

“Apakah Bapak datang ke Arab Saudi ini untuk bekerja?”

“Demi Allah, saya datang semata-mata karena sudah lama merindukan Ka’bah. Saya ingin beribadah umrah, di Mekkah.”

“Apakah selama berjalan kaki di jalan ray aini, Bapak tidak pernah bertemu dengan mobil patrol?”

BACA JUGA: Kisah Kecintaan Ukasyah kepada Baginda Nabi Muhammad

1
2
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here