Kiai Syuhada Bahri dan Manhaj Dakwah Desa Madani Parmusi

637
KH. Syuhada Bahri memberikan arahan kepada para Dai Parmusi dalam kegiatan Pelatihan (Daurah) Dai Desa Madani Parmusi.

Muslim Obsession – Kabar duka menyapa umat Islam di Tanah Air, Jumat (18/2/2022). Sang Mujahid Dakwah, KH. Syuhada Bahri, berpulang ke rahmatullah pada pukul 04.00 WIB.

Rekam jejak dakwah Kiai Syuhada sangat jelas. Sejak usia beliau hingga menjelang wafatnya, Ketua Majelis Syariah PP Parmusi periode 2020-2025 ini tak pernah lepas mengurusi dakwah islamiyyah.

“Selain guru, beliau adalah sosok yang menginspirasi gerakan dakwah yang hingga kini terus kami jalani. Bahkan menjadi sahabat yang ikut menemani kami hingga kepelosok negeri. Di saat beliau sudah mulai sakit sakit hingga ajal hari ini, kami terus beri laporan kepada beliau. Terkadang belaiu menangis dan berkata, doakan saya semoga saya akan kembali bersamai antum ke Maluku,” ungkap Abu Imam Umbara, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Maluku.

BACA JUGA: BREAKING NEWS! Kiai Syuhada Bahri, Ketua Majelis Syariah PP Parmusi Berpulang

“Insya Allah Husnul khatimah, Aamiin. Almarhum guruku terbaik, orangtuaku dalam banyak hal. Semangat juangnya selalu mengalir dalam darahku. Selamat jalan Guruku,” tulis Ustadz Bukhari Abdus Shamad, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP).

“Innalilahi wainnailaihi rojiun. Kita kehilangan ulama yang selalu berjuang berdakwah tanpa kenal lelah. Semoga husnul khotimah,” tulis Ahmad Suhijriah, Ketua PD Parmusi Kota Depok.

Banyak cerita dan kenangan baik yang dilekatkan pada Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) periode 2007-2015 ini.

BACA JUGA: Dimandikan di Rumah Duka, Jenazah Kiai Syuhada Akan Dishalatkan di Masjid Al-Furqan Dewan Da’wah

Sejak bergabung dengan Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) sebagai Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) pada 2015 selepas mengemban amanah sebagai Ketua DDII, Kiai Syuhada membangun gerakan dakwah.

Bersama Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam, Kiai Syuhada membuat pola gerakan Dakwah Ilallah yang terorganisasi. Dari sinilah komitmen dakwah Parmusi semakin membara dengan gerakan dakwah yang sangat massif.

“Saya mengajak beliau untuk bergabung dengan Parmusi, untuk membuat sebuah gerakan dakwah islamiyyah. Sejak saat itulah Parmusi mengubah paradigma, dari political oriented menjadi da’wah oriented. Seluruh program Parmusi harus berorientasikan dakwah sebagai sebuah gerakan,” ujar Usamah Hisyam.

Manhaj Dakwah Desa Madani Parmusi

Kiai Syuhada yang menjadi Ketua LDP saat itu segera merealisasikan program gerakan dakwah seperti diamanahkan dalam Mukernas I Parmusi 2016.

Selanjutnya, gerakan dakwah tersebut disebut sebagai manhaj dakwah Desa Madani Parmusi, yakni sebuah gerakan dakwah yang dikelola secara sistemik, terstruktur, massif, oleh suatu organisasi filantropis yang dimulai dari desa.

Desa Madani yang saat ini menjadi brand Parmusi secara nasional berdiri di atas empat pilar, yakni peningkatan iman dan takwa, pembangunan kesejahteraan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan.

BACA JUGA: Desa Madani Parmusi Mengikuti Jejak Rasululllah

Untuk mewujudkannya, banyak program dilakukan. Di antaranya, LDP membuat program Pelatihan (Daurah) Dai Desa Madani, Training of Trainers Dai Parmusi, dan Jambore Nasional Dai Parmusi.

Melalui program daurah, para Dai Parmusi diberikan pengetahuan dan ilmu seputar dakwah. Para dai tidak hanya diberikan materi dakwah konvensional lewat ceramah dan khutbah, mereka juga dibekali pengetahuan dan ilmu Rukyah dan Thibbun Nabawi, peternakan, pertanian, dakwah digital, manajemen dakwah, dan lain sebagainya.

Dengan bekal tersebut, para Dai Parmusi nantinya berkiprah di Desa Madani untuk merealisasikan empat pilar yang menjadi pondasinya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here