KH Sholeh Iskandar Layak Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

17
Wakil Menteri Agama Dr Zainut Tauhid Sa'adi saat membuka Munas dan Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar yang digelar pada Senin hingga Selasa 23-24 Januari 2023 di Bogor, Jawa Barat.

Bogor, Muslim Obsession – Tokoh sekaligus ulama asal Bogor, KH. Sholeh Iskandar sangat layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Demikian salah satu isu yang muncul dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar yang digelar pada Senin hingga Selasa 23-24 Januari 2023 di Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk “Sinergi Tiga Pilar Kekuatan Umat (Pesantren, Masjid dan Kampus) dalam Koridor NKRI” itu digelar Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) bekerja sama dengan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Ketua Umum BKsPPI Prof Dr KH Didin Hafidhuddin mengatakan, ada empat tujuan utama dalam munas tersebut.

“Pertama, menguatkan semangat ukhuwah Islamiyah dan kerjasama di antara pesantren, kerja sama tentang berbagai hal yang konkret,” ujar Kiai Didin dalam sambutannya saat acara pembukaan di Bogor Icon Ballroom, Senin (23/1/2023).

Kedua, kata Kiai Didin, yaitu menguatkan sinergitas tiga pilar yaitu antara pesantren dengan masjid dan kampus.

“Ketiga, mengkaji dan membahas secara konprehensif tantangan-tantangan dan problematika pesantren dan mencari solusinya secara berjamaah. Kemudian yang keempat, menyampaikan usulan-usulan dan program BKsPPI untuk masa yang akan datang,” jelasnya.

Kiai Didin mengungkapkan bahwa BKsPPI didirikan sejumlah ulama besar terdahulu, diantaranya oleh KH Sholeh Iskandar, KH Abdullah bin Nuh, KH Hasan Basri, KH Abdullah Syafii, KH Noor Ali, KH Khoer Affandi, Abdul Halim dan ulama lainnya.

Dibuka Wamenag

Acara munas dan seminar kepahlawanan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Agama Dr Zainut Tauhid Sa’adi M.Si. Dalam sambutannya, Zainut menyampaikan kekagumannya atas jasa besar KH Sholeh Iskandar.

“Kita semua mengenal nama besar KH Sholeh Iskandar, nama yang diabadikan sebagai penanda sebuah jalan protokol di Kota Bogor,” ujarnya.

Tokoh yang wafat pada tahun 1992 itu, kata Zainut adalah seorang ulama, seorang patriot yang menjadi Komandan Hizbullah, Pemimpin Sabilillah di Jawa Barat, tokoh pendidikan dan pemerhati kebangsaan yang berpandangan jauh ke depan.

Pada 27 Desember 1949, KH Sholeh Iskandar menyelesaikan tugas tentaranya, setelah itu beliau mengabdi di masyarakat.

“Alhamdulillah karya beliau di antaranya berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah, Universitas Ibn Khaldun, Pesantren Darul Muttaqin, Rumah Sakit Islam, BPRS Amanah Ummah dan BKsPPI,” ungkap Zainut.

“Jadi membaca karya beliau tidak berlebihan saya mengatakan bahwa KH Sholeh Iskandar adalah mutiara berharga dalam sejarah perjuangan bangsa dan umat Islam,” jelasnya.

Karena itulah, Mantan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, gelar pahlawan nasional amat layak disandang kepada KH Sholeh Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Zainut juga menyampaikan apresiasinya kepada BKsPPI yang selama ini menjadi wadah pemersatu pondok pesantren di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi BKsPPI atas peran dan kontribusinya selama ini dalam membangun kerjasama antar pesanten. Organisasi ini juga telah meningkatkan sinergi antara kampus, masjid dan pesantren,” ungkapnya.

Kementerian Agama sendiri, kata dia, telah berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai program untuk pengembangan dunia pesantren.

“Oleh karena itu mari kita terus memberdayakan pesanten sebagai pilar pendidikan nasional yang mampu mewarnai wajah Indonesia ke depan,” kata Zainut.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan selamat kepada BKsPPI yang menyelenggarakan munas dan selamat mengambil pelajaran dari keteladanan KH Sholeh Iskandar.

“Semoga Allah meridhai perjuangan kita semua, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim munas dinyatakan dibuka,” ucap Zainut yang dilanjutkan dengan prosesi ketuk palu dan foto bersama dengan Ketua Umum BKsPPI Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc.

Munas BKsPPI dan Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar dihadiri ratusan pimpinan pondok pesantren dan ormas Islam dari berbagai wilayah di Indonesia. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here