Ketum PARMUSI: Polri Institusi Negara, Jangan Persoalkan Agama

510
Ketua Dewan Pembinan Pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu, Abah H. Usamah Hisyam.

Bogor, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usamah Hisyam menegaskan umat Islam tak perlu terprovokasi dengan negative campaign melalui sejumlah media yang mempersoalkan keberadaan 20 sampai 50 Jenderal Kepolisian Republik Indonesia yang memeluk agama kristiani, karena kepolisian merupakan institusi resmi negara yang memiliki standar profesionalitas tinggi.

“Mempersoalkan latar belakang agama sejumlah jenderal adalah langkah dan sikap setback,” tandas Usamah saat ditemui di Pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu Parung Bogor yang dipimpinnya, Sabtu (13/8/2022).

Seperti diketahui, menyusul viralnya kasus kematian Brigadir J yang melibatkan Kadiv Propam Irjen FS, dalam sepekan terakhir viral pemberitaan di sejumlah media dan media sosial bahwa saat ini terdapat 20 sampai 50 perwira tinggi kepolisian berpangkat jenderal bintang satu sampai bintang empat yang cenderung provokatif.

BACA JUGA: Ketum Parmusi: Dukung Polri Tegakkan Kebenaran dan Lawan Kezhaliman

Usamah mengimbau umat Islam khususnya kader-kader PARMUSI tidak mempersoalkan pemberitaan yang cenderung mengadu domba tersebut.

“Dulu Pak Natsir dan para ulama kita dengan susah payah mempersatukan bangsa ini melalui Mosi Integral Mohammad Natsir yang melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya dari berbagai kepulauan di Tanah Air. Lantas mengapa kita sekarang ingin diadu domba sesama anak bangsa?” ujar Usamah.

Menurutnya, latar belakang agama pejabat kepolisian tidak ada kaitannya dengan berbagai tindakan penegakkan keadilan dan kebenaran. Karena tindakan aparat kepolisian merupakan tindakan hukum yang harus ditegakkan di negeri yang sangat menjunjung tinggi hukum ini.

BACA JUGA: Tetapkan Irjen FS Sebagai Tersangka, Ketum Parmusi: Kapolri Sukses Buktikan Presisi Bukan Cuma Jargon

“Dulu mana pernah terjadi seorang Kapolri yang Kristeni menindak tegas pejabat kepolisian seperti FS yang juga seorang Kristiani? Tetapi sekarang kita semua menyaksikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo tajam ke atas dan juga tajam ke bawah terhadap siapapun yang diduga melakukan tindak pidana. Jadi bukan soal agamanya, melainkan setiap tindakan pelanggaran hukum harus diproses hukum secara berkeadilan,” tandas Usamah.

Sebaliknya, lanjut Usamah, dia mempertanyakan berapa banyak para ustadz, ulama/tokoh-tokoh pergerakan Islam yang terzhalimi pada saat Kapolri dan jabatan-jabatan strategis Polri lainnya diduduki oleh para jenderal yang seorang muslim tanpa proses penyelesaian hukum.

“Mereka main tangkap tanpa proses hukum yang pasti,” tukas Usamah.

Usamah meminta kepada lebih dari 5.000 Ulama, Mubaligh, Ustadz dan Dai PARMUSI di seluruh pelosok negeri sangat selektif dalam mencerna pemberitaan yang cenderung mengadu domba itu.

“Jangan mau terprovokasi” tegas Usamah.

“Karena kita dalam kehidupan beragama harus memegang prinsip ukhuwah (persaudaraan) yakni Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia),” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here