Kemenkes Pastikan Vaksin Aman bagi Penderita TBC dan Ibu Hamil

176
Peserta sedang disuntik vaksin Sinovac.

Muslim Obsession – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan vaksin Covid-19 aman diberikan kepada pasien Tuberkulosis (TBC) yang sedang dalam pengobatan dan ibu hamil.

“Untuk pasien TBC yang sedang mengkonsumsi obat antituberkulosis aman diberikan vaksin,” kata dr Nadia dalam tayangan Webinar Kapan Pandemi Covid-19 di Tengah Kemunculan Varian Omicron, dikutip Senin (31/1/2022).

Ia mengatakan, penyakit TBC bukan merupakan kontraindikasi untuk menerima vaksin Covid-19. Pasien TBC, sambungnya, dapat menerima vaksinasi apabila telah memenuhi kriteria kesehatan yang telah ditetapkan.

Pertama, pasien TBC dipastikan dalam kondisi tubuh yang sehat dan terkontrol saat hendak menerima vaksinasi.

Kedua, pasien TBC juga harus sudah diberikan obat antituberkulosis lebih dahulu minimal dua pekansebelum menerima vaksin.

“Pasien yang pengobatannya baru satu hingga dua hari, karena mereka masih sangat menularkan, mereka wajib menyelesaikan pengobatan selama dua minggu,” papar dr Nadia.

Adapun bagi ibu hamil, dr Nadia menerangkan vaksinasi primer dan booster aman diberikan. Beberapa kriteria kesehatan perlu diperhatikan bagi ibu hamil sebelum menerima vaksinasi.

“Pertama tekanan darahnya harus di bawah 140 karena dikhawatirkan menimbulkan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Kedua, usia kehamilan harus di atas 13 minggu. Itu baru bisa diberikan vaksin,” ujar dr Nadia.

“Jadi nggak perlu ragu untuk ibu hamil menerima vaksin baik dosis satu, dua, dan booster. Sangat aman,” imbuh dokter yang juga menjabat Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes itu.

Sementara dr Nadia mengatakan bagi penderita kolesterol tinggi perlu dan boleh divaksin Covid-19 dengan catatan penyakitnya terkontrol dengan baik.

“Kolesterol tinggi aman divaksin booster. Satu, harus tetap melakukan pengobatan. Kedua, segara divaksinasi karena untuk mencegah dari penularan,” terangnya.

Pemerintah melalui Kemenkes terus mengejar target vaksinasi kepada 208.265.720 penduduk Indonesia. Pemberian vaksin merupakan langkah untuk menekan angka kasus dan keparahan gejala Covid-19. Vaksin dapat membantu tubuh untuk membentuk antibodi yang bisa mendeteksi virus tersebut lebih awal, sehingga melawannya lebih cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here