Kemenag Susun Buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Quran

72

Bogor, Muslim Obsession – Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Quran.

Penyusunan buku ensiklopedia dilakukan untuk memberikan rekognisi atas penemuan berbagai metode pembelajaran Al-Quran.

“Metode pembelajaran Al-Quran yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi ada yang merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, bahkan mungkin juga karya inovasi dari ulama Al-Quran khas Indonesia yang belum dilakukan ulama di dunia,” kata Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur, ketika memberikan sambutan secara virtual pada Workshop Penulisan Metode Pembelajaran Al-Quran di Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/7/2022).

Lebih dari itu, menurutnya, kampus sendiri belum banyak yang melakukan penelitian khusus terkait dengan metode pembelajaran Al-Quran yang berkembang di Indonesia.

“Kami merasa bahwa adanya metode-metode pembelajaran Al-Quran yang nyata digunakan oleh ulama dan lembaga pendidikan Al-Quran di Indonesia itu menjadi sesuatu yang baru di dunia. Sebab biasanya hanya manahijut tafsir (metode-metode tafsir),” ujar Waryono.

Workshop yang berlangsung tiga hari, 27-29 Juli 2022 ini diikuti para pakar, praktisi pendidikan Al-Quran, akademisi, serta perwakilan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Kab Bogor.

“Oleh karena itu, ketika ensiklopedia ini menjadi buku yang tersebar di perpustakaan, semoga dapat juga menjadi pemantik bagi para akademisi dan penelitian untuk melakukan pengkajian atas metode pembelajaran Al-Quran lebih lanjut,” ujar Waryono.

Mantan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berkomitmen untuk memberikan penghargaan kepada para penemu metode pembelajaran Al-Quran. Langkah ini, menurutnya, sebagai bentuk kehadiran negara.

“Ini menjadi bentuk rekognisi negara kepada mereka para penemu metode pembelajaran Al-Quran. Kita beri penghargaan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Subdit Pendidikan Al-Quran Mahrus mengatakan, penyusunan buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Quran juga diharapkan dapat mengembangkan pendidikan Al-Quran sesuai konteksnya.

“Agar dapat menyesuaikan kebutuhan para santri, pembelajar Al-Quran, sehingga dapat lebih mudah, sesuai sanad, dan lebih mudah untuk dipahaminya,” jelasnya.

Ia berharap buku ini rampung pada September mendatang, sehingga dapat langsung didistribusikan ke kabupaten/kota serta lembaga pendidikan Al-Quran sebagai kado hari santri tahun 2022 pada bulan Oktober nanti.

“Paling tidak Oktober insya Allah sudah dapat diperbanyak dan didesiminasikan ke publik ,” ujarnya.

Workshop diharapkan menghasilkan draft final buku yang dapat menyempurnakan isi buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Quran.

Hadir sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Islah Gusmian M.Ag. (pakar kajian Al-Quran Indonesia asal UIN Surakarta), Dr. Ulin Nuha, Lc, M.A. (pakar studi kritik Ulumul Qur’an, Dekan Fak Ushuluddin IIQ Jakarta), dan kandidat Doktor Nur Kafid, M.Sc. (editor senior jurnal ilmiah).

Adapun para peserta berasal dari beragam latar belakang bidang pendidikan Al-Quran, mulai dari LPMQ, praktisi, akademisi, hingga lembaga mitra, seperti FKPQ dan BADKO. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here