Kemenag Deklarasikan Nunukan dan Sebatik sebagai Pulau Sadar Zakat

60

Muslim Obsession – Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mendeklarasikan Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai Pulau Sadar Zakat. Deklarasi ditandai dengan penandatangan prasasti di Gedung Aztrada 88, Sebatik Timur, Sabtu (5/11/22).

Prof Kamar, sapaan akrab Dirjen, dengan yakin menulis di prasasti deklarasi itu: Dari Sebatik untuk Indonesia. Penetapan dua pulau yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai Pulau Sadar Zakat ini diharapkan Kamaruddin dapat menginspirasi masyarakat Indonesia.

“Kami berharap ini akan menjadi inspirasi bagi negeri ini hingga dapat menjadi Gerakan Sadar Zakat Nasional,” ujar Dirjen Kamarudin Amin yang didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor.

Kehadiran Dirjen dan jajaran pejabat Kanwil Kemenag Kaltara pada malam Deklarasi Pulau Sadar Zakat bukan semata menyaksikan tari-tarian. Malam itu, puluhan orang tersenyum sumringah saat mendapatkan pembagian manfaat zakat, infak, dan sedekah.

Tidak kurang dari 77 juta rupiah dibagikan kepada ratusan masyarakat di Kecamatan Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebatik Induk, Sebatik Barat, dan Sebatik Tengah. “Selain bantuan langsung untuk keperluan sehari-hari kita berikan juga bantuan zakat produktif untuk kesehatan, modal usaha, biaya berobat, dan beasiswa pendidikan,” ungkap Kabid Bimas Islam dan Haji Kanwil Kemenag Kaltara, M. Saleh.

Dari Kampung Jadi Pulau Sadar Zakat

Deklarasi Pulau Sadar Zakat dilaksanakan dalam rangkaian Milad ke-3 Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur (Sakti). Sebelumnya, Kampung Sadar Zakat yang beroperasi di bawah naungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Sakti resmi berdiri sejak 2019.

Selama tiga tahun beroperasi, Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur telah berhasil menghimpun dan menyalurkan dana zakat hingga 1 miliar rupiah. Meski hanya beroperasi di kecamatan kecil di perbatasan Indonesia-Malaysia, kinerja seluruh pengurus Kampung Sadar Zakat Sakti layak diapresiasi.

Mulanya, capaian zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Sakti terbilang lesu. Di tahun pertama pembentukan UPZ pada 2018, dalam setahun hanya terkumpul 43 juta rupiah.

Setahun kemudian, Penyuluh Agama Islam KUA Sakti, Salmiah, mengusulkan sebuah terobosan. Penyuluh non-PNS itu berani menginisiasi Kampung Sadar Zakat.

“Alhamdulillah hingga Oktober 2022 sudah terhimpun sekitar Rp 1.475.000.000,- (Satu miliar empat ratus tujuh puluh lima juta rupiah). Ini berkat dukungan semua pihak, baik pejabat Kemenag Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan, juga atas dukungan penuh Pemerintah Daerah terutama Kecamatan,” kata Salmiah.

Atas inovasinya itu, Salmiah berhasil menjuarai kompetisi Penyuluh Teladan kategori non-PNS mulai dari tingkat Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara, dan Nasional.

“Saat ikut kompetisi Penyuluh Teladan tingkat Nasional tahun 2021 tidak berniat mendapatkan juara, yang penting program kami bermanfaat bagi masyarakat dan diketahui masyarakat Indonesia,” tutur Salmiah.

“Alhamdulillah mendapat juara 2 tingkat nasional, tentu ini menjadi anugerah besar dari Allah berkat bantuan semua,” sambung Salmiah yang juga terpilih sebagai Agent of Change Ekonomi Syariah tahun 2021 di Sebatik Timur.

Lebih lanjut, M. Saleh mengungkapkan, Kampung Sadar Zakat Sakti juga secara rutin memberikan bantuan kepada masyarakat. Tim yang dikomandoi KUA dan Penyuluh Agama Islam KUA Sakti secara cepat merespons kebutuhan masyarakat.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here