Kecanduan Game PUBG, Pemuda Ini Tega Bunuh Empat Anggota Keluarganya

470
PUBG Ancam mental anak (Foto: gamerant.com)

Muslim Obsession – Polisi pakistan pada Senin (31/1/2022) menyerukan dengan tegas agar video game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) yang sangat populer dilarang dimainkan.

Hal ini dilakukan setelah seorang remaja mengaku membunuh empat anggota keluarganya dalam kemarahan setelah bermain game online tersebut selama berhari-hari.

Polisi mengatakan Ali Zain menembak mati ibunya, dua adik perempuan dan seorang saudara laki-lakinya pada 18 Januari, dan mengklaim di bawah interogasi selama akhir pekan bahwa permainan itu telah mendorongnya melakukan kekerasan.

“Ini bukan insiden pertama,” kata penyelidik polisi Imran Kishwar kepada wartawan di kota timur Lahore, dilansir Daily Sabah. Ia menambahkan “jadi kami telah memutuskan untuk merekomendasikan larangan.”

PUBG adalah game “battle royale” multipemain online di mana pemenangnya adalah yang terakhir selamat.

Kishwar mengatakan Ali, remaja 18 tahun, hidup dalam isolasi total di kamarnya dan kecanduan game.

Surat kabar Dawn mengutip seorang perwira polisi Lahore yang mengatakan Ali “menembak keluarganya dengan berpikir bahwa mereka juga akan hidup kembali, seperti yang terjadi dalam permainan.”

Sering disamakan dengan buku blockbuster dan serial film “The Hunger Games”, PUBG telah menjadi salah satu game mobile terpopuler di dunia.

Otoritas telekomunikasi di Pakistan sebelumnya telah memblokir sementara akses ke game tersebut setelah ada keluhan tentang konten kekerasannya.

Permainan ini telah dilarang – secara singkat atau permanen – di beberapa negara lain, termasuk India dan Cina.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here