Kacau! Panitia Sea Games 2019 Filipina Tak Sediakan Makanan Halal bagi Atlet Muslim

701
Sea Games 2019 (Foto: Skyegrid Media)

Manila, Muslim Obsession – Sea Games 2019 Filipina jadi bahan pembicaraan karena mengabaikan hidangan halal bagi para atlet Muslim.

Komisi Nasional Muslim Filipina pada Selasa (26/11/2019) kembali menawarkan bantuan kepada penyelenggara Sea Games 2019 di tengah keluhan tersebut.

“Kami akan memberi tahu para pejabat kami untuk menghubungi lagi penyelenggara,” kata direktur eksekutif NCMF Tahir S. Lidasan, Jr kepada ABS-CBN News dalam sebuah wawancara telepon.

“Kami melakukan ini bukan hanya karena kami berada di pemerintahan tetapi sebagai kewajiban Muslim,” tegas dia.

NCMF mengungkapkan sebelumnya telah menawarkan untuk membantu Komite Penyelenggara Asian Games Asia Tenggara (PHISGOC) memastikan bahwa ada makanan halal di acara tersebut. Namun, mereka tidak menerima pembaruan dari panitia penyelenggara.

Selain keluhan oleh tim sepak bola Singapura, kantor berita Bernama yang dikelola pemerintah Malaysia juga melaporkan bahwa wartawan Malaysia kesulitan menemukan makanan halal di tempat-tempat SEA Games.

“Kesulitan mendapatkan makanan halal di Filipina adalah salah satu tantangan utama bagi personel media yang meliput SEA Games 2019,” bunyi artikel itu.

Hal ini mendorong Asosiasi Penulis Olahraga Malaysia (SAM) untuk bermitra dengan produsen makanan halal Malaysia untuk mensponsori makanan kaleng bagi praktisi media Muslim yang meliput acara tersebut.”

“Makanan halal berkaitan dengan hidangan yang tidak memiliki bahan-bahan yang dilarang untuk umat Islam. Termasuk babi, turunan babi dan alkohol. Sapi atau ayam harus disembelih sesuai dengan syariat Islam,” kata Lidasan.

Departemen Sains dan Teknologi pun turut membantu melatih staf dan katering PHISGOC untuk menyiapkan makanan bersertifikat halal. Namun, itu hanya untuk fasilitas SEA Games di New Clark City.

Lidasan mengatakan kelompoknya bisa bekerja dengan Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) dalam menemukan hotel atau perusahaan katering bersertifikat halal. Dia menambahkan bahwa organisasinya juga tidak tahu apakah panitia telah menyediakan ruang shalat yang tepat untuk para atlet Muslim. Padahal seperempat dari 12.000 atlet adalah Muslim.

Lidasan mengatakan harus ada pentunjuk arah kiblat. Ruang shalat juga harus terpisah bagi perempuan dan laki-laki.

“Sekarang bukan saatnya untuk berbicara tentang perbedaan kita, mari kita berpikir sebagai satu tim,” katanya, menambahkan bahwa masalah apa pun dapat diselesaikan. (Vin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here