Jusuf Kalla Imbau Masjid Jadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan

82
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla bertemu dengan kepala perwakilan duta besar negara-negara muslim di Gedung DMI, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022). (Foto: DMI)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) H.M Jusuf Kalla mengimbau agar masjid-masjid di Tanah Air juga menjadi pusat pendidikan dan pelatihan, selain sebagai pusat dakwah dan ibadah.

Menurutnya, salah satu masjid yang concern menjadi pusat pendidikan dan pelatihan adalah Masjid Al-Azhar di Kebayoran Jakarta Selatan.

“Sebanyak 90 persen masjid di Indonesia milik masyarakat sehingga independen. Hanya 10 persen yang jadi milik pemerintah. Masjid-masjid itu menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pelatihan bagi para juru dakwah (dai) dan para jamaahnya,” ujar JK ketika menerima kunjungan sejumlah duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat di ruang pertemuan Pimpinan Pusat DMI di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu menjelaskan, di Jakarta sendiri terdapat 6.000 masjid. Suara adzan dari masjid-masjid itu berkumandang pada saat bersamaan. Menurutnya, suara adzan dari masjid-masjid yang berdekatan harus diatur sedemikian rupa agar terdengar indah, syahdu dan tidak saling bertabrakan.

“Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki jumlah masjid yang relatif banyak dan kotanya dijuluki  1.000 masjid. Jadi perlu ada aturan tentang penataan speaker masjid yang baik,” ungkapnya.

JK bercerita, Raja Salman dari Arab Saudi yang pernah berkunjung ke Indonesia pada Maret 2018 bahkan terkejut mendengar kabar tentang jumlah masjid yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan jumlah yang besar, JK mengimbau kehadiran ribuan masjid dapat mendorong masyarakat agar menjadi lebih baik.

Di Indonesia berlaku lima hari kerja mulai Senin hingga Jumat dan dua hari libur yakni Sabtu dan Ahad. Dampaknya, shalat Jumat berlangsung pada hari kerja.

Konsekuensinya masjid ada dimana-mana, di kantor, di sekolah, di SPBU. Ini berbeda dari negara-negara Islam lainnya yang pada setiap Jumat sebagai hari libur kerja,” ujarnya.

Terkait dengan program DMI, JK mengatakan bahwa organisasi ini memiliki program-program unggulan mulai dari penanganan sound system masjid, program bersih masjid, program kesehatan berbasis masjid, program khusus untuk membuat arsitektur masjid.

Menurutnya, DMI menggandeng sejumlah pihak untuk mewujudkan masjid bersih dan sehat, bekerja sama dengan konsultan arsitektur masjid yang baik. Terkait dengan akustik masjid, imbuh JK, 70 persen kegiatan umat di masjid ialah mendengarkan khutbah, ceramah, pengumuman penting.

“Jadi akustik masjid-masjid penting,” ujarnya.

Pada bagian lain, sebut JK, banyak imam  masjid asal Indonesia saat ini bekerja di negara-negara Arab dan di kawasan Timur Tengah. Bahkan di masa lalu banyak imam dari negara-negara Arab dan Timur Tengah yang berdakwah untuk menyiarkan Islam di Indonesia. Negara-negara Arab dan Timteng memiliki hubungan erat dengan umat Islam di Indonesia.

DMI Berbagi Pengalaman

Pada pertemuan itu, JK memberikan sambutan berjudul “Peace Message from the Indonesian Mosques to the World” untuk menandai Milad DMI ke-50. JK mengatakan bahwa DMI ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana memimpin organisasi yang memayungi lebih dari 800.000 masjid di seluruh Indonesia.

PP DMI telah bekerja mempromosikan peran masjid memperbaiki sosio-ekonomi komunitas dengan visi “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.

Hadir dalam acara itu antara lain dua Wakil Ketua Umum PP DMI Komjen Pol (Purn) Syafruddin dan KH Farid Masdar Mas’udi, Duta Besar Kesultanan Oman selaku Dean of Diplomatic Corps of Islamic Countries Nazar bin Ali Julanda bin Majid Al Said dan para duta besar atau wakil kedutaan.

Selain untuk lebih memperkenalkan DMI, acara silaturahim itu juga untuk membuka jalan meningkatkan kerja sama bagi kemakmuran masjid di seluruh dunia. Prioritas yang diundang adalah duta besar negara anggota OKI dan ASEAN di Jakarta.

Acara silaturahim merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Milad ke- 50 tahun DMI dengan puncak acara pada tanggal 27 Juni 2022 di Gedung PP DMI, Jakarta, dan penyerahan DMI Award.

Sebagai rangkaian acara, PP DMI menyelenggarakan Musabaqoh Adzan pada 17 Juni 2022 di Masjid Istiqlal dan akan mengadakan konferensi Masyarakat Masjid ASEAN pada 20 Juli nanti.

Saat ini Rabithah Al-Alam Al-Islami juga sedang bekerja sama dengan DMI untuk membangun museum sejarah Nabi Muhammad SAW dan membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk kuliah di perguruan tinggi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here