Jokowi Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

117

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan Presiden Joko Widodo akan memberikan santunan Rp50 juta kepada masing-masing korban jiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Presiden juga sebagai tanda belasungkawa meskipun tentu hilangnya nyawa setiap orang tidak bisa dinilai uang berapapun harganya. Tapi presiden berkenan untuk juga memberi santunan kepada setiap korban jiwa itu sebesar Rp50 juta,” ujar Mahfud MD dalam keterangan pers, Senin (3/10).

Santunan itu, sebut Mahfud, akan segera diberikan setelah pihaknya mencocokkan data-data administratif dengan Pemda atau dengan lembaga lain yang menangani.

Lebih lanjut, Mahfud berharap santunan tersebut tidak dilihat dari jumlahnya semata. Melainkan sebagai bentuk empati kepala negara dan kehadiran negara kepada korban.

“Saya ingin menyampaikan salam kembali dari bapak Presiden Indonesia. Mudah-mudahan apa yang disampaikan nanti sebagai santunan oleh bapak presiden, sebesar 50 juta untuk masing-masing korban yang jumlah 125 korban mudah-mudahan itu dilihat sebagai tanda empati dan kehadiran negara. Tidak dilihat jumlahnya, tapi empati kepala negara dan kehadiran negara,” jelas Mahfud.

“Kita enggak akan birokratis. Kita minta data ini benar atau enggak. Besok atau besok lusa dananya bisa kita eksekusi. Itu enggak akan lama,” imbuh Mahfud.

Mahfud berjanji santunan akan diberikan secepatnya tanpa melalui proses birokrasi yang panjang. Pemerintah hanya butuh mencocokkan data korban jiwa.

“Pencocokan data enggak lama. Kita tinggal minta data ke pemda memastikan 125 orang itu namanya dan ini alamatnya. Cuma itu aja ga terlalu lama,” kata dia.

Selain itu Mahfud juga memastikan para korban yang dirawat di rumah sakit akan dibebaskan dari biaya. Pembiayaan korban sepenuhnya ditanggung negara.

“Tinggal nanti diurus secara administratif. Nanti negara yang menanggung itu,” ujarnya.

Tragedi Kanjuruhan Malang menewaskan 125 orang dan melukai ratusan lainnya. Insiden ini dipicu kekalahan tuan rumah Arema FC dari Persebaya dengan skor 2-3.

Suporter Arema FC marah, lalu menerobos masuk ke lapangan. Upaya ini dihalau polisi. Gas air mata ditembakkan ke arah penonton yang merangsek ke lapangan dan penonton di tribun.

Gas air mata memicu kepanikan, penonton berdesakan keluar stadion. Sebagian terjatuh karena mengalami sesak nafas, kemudian terinjak-injak dan tewas di dalam stadion. Sebagian lain tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here