JK: Kemenag Hadiah Semua Agama dan Ormas Keagamaan

254
M. Jusuf Kalla. (Foto: Tim Media JK)

Medan, Muslim Obsession – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla meluruskan pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas terkait pembentukan Kementerian Agama, atau Kemenag yang disebut merupakan hadiah untuk Nahdatul Ulama (NU).

Menurut JK kementerian tersebut bukanlah hadiah untuk NU saja melainkan untuk seluruh agama dan organisasi agama.

“Jadi bukan hanya NU tetapi semua agama dan semua organisasi keagamaan itu yang dinaungi pemerintah lewat Kementerian Agama,” kata JK usai melantik pengurus PMI Propinsi Sumut dan silaturahmi dengan Pengurus DMI Medan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Utara, Senin( 24/10).

Sebelumnya diketahui Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tengah menjadi sorotan. Pernyataannya mengenai Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) menuai polemik setelah mendapat kritik sejumlah pihak.

Hal itu dikatakan Menag Yaqut saat berbicara dalam webinar internasional memperingati hari santri dihelat oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pada Rabu (20/10) lalu. Ihwal penyebutan Kemenag merupakan hadiah untuk NU saat Menag Yaqut menjelaskan soal sejarah asal usul Kemenag.

Awalnya, Yaqut menceritakan soal perdebatan di stafnya yang tengah membahas sejarah asal-usul Kemenag. Kemudian salah satu stafnya mengatakan, Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk umat Islam.

“Waktu itu perdebatannya bergeser bahwa Kementerian Agama ini harus menjadi kementerian semua agama, melindungi semua umat beragama. Ada yang tidak setuju, kementerian ini harus (jadi) Kementerian Agama Islam karena Kementerian Agama itu adalah hadiah negara untuk umat Islam,” kata Yaqut seperti dikutip dari video terkait, Ahad (24/10).

Mendengar argumen stafnya, Yaqut lalu membantah. Menurut dia, pernyataan stafnya salah, sebab Kementerian Agama adalah hadiah negara bagi kelompok muslim NU.

“Saya bantah, Bukan! Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum tetapi spesifik untuk NU,” jelas Yaqut.

Keyakinan Yaqut membuatnya merasa ada kewajaran, ketika NU memanfaatkan peluang di kementerian yang tengah dipimpinnya.

“Wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama, memang hadiahnya untuk NU, kenapa begitu? Kementerian Agama itu muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam Jakarta dan yang mengusulkan itu juru damai atas pencoretan itu oasisnya NU, kemudian lahir Kementerian Agama,” ungkap Yaqut.

“Jadi wajar sekarang kalau sekarang kita minta Dirjen Pesantren dan banyak mengafirmasi pesantren dan santri NU, saya kira wajar saja tidak ada yang salah,” Yaqut menandasi.

Meski hadiah untuk NU, lanjut Yaqut, Kementerian Agama tetap merangkul semua agama dan golongan. Sebab, dia meyakini, NU bakal melindungi sesama.

“Yang besar itu selalu cenderung melindungi uang lemah dan kecil, NU di mana pengin melindungi yang kecil. Jadi kalau sekarang Kementerian Agama menjadi kementerian yang menjadi kementerian semua agama, itu bukan menghilangkan NU tapi justru menegaskan NU yang terkenal paling toleran dan moderat,” beber Yaqut. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here