Jelang Usia 40, Mizan Lakukan Rebranding

168

Jakarta, Muslim Obsession – Kelompok Mizan menggelar acara launching rebranding bertema “Menuju Titik Terang”, jelang usianya yang ke-40.

Memulainya pada 1983 sebagai penerbit yang mencetak buku-buku dari para penulis dan pemikir Islam terkemuka, dalam perjalanan empat dekadenya ini, Mizan telah berkembang bukan hanya dari segi ragam genre terbitannya, melainkan juga dari segi produksi dan lini bisnisnya.

Kini, lebih dari 600 judul per tahun telah diterbitkan, tidak hanya genre buku Islam, tetapi juga buku parenting, non-fiksi, kesehatan, buku anak, pengembangan diri, dan lainnya.

Dalam rilis yang diterima Sabtu (29/10), rebranding logo utama perusahaan dilakukan guna menjaga konsistensi kreativitas dan progresivitas Kelompok Mizan di dunia penerbitan.

Selain itu, rebranding juga dilakukan untuk menyambut “industry konten” yang kian hari kian berkembang dengan segala varian kemasannya. “Titik terang” adalah tema logo terbaru Mizan yang kini menggunakan warna biru muda.

“Selain untuk penyegaran, perubahan logo ini juga dilakukan untuk mempertegas identitas visual Kelompok Mizan,” ungkap Rege Indrastudianto yang terlibat dalam perancangan logo ini.

Direktur Utama Kelompok Mizan, Haidar Bagir mengatakan, sejak awal berdiri Mizan, visinya masih sama hingga sekarang. Menurutnya, Mizan menyadari setiap zaman akan membawa perubahan. Karena itu, Mizan ingin terus hadir sebagai ‘titik terang’ dalam setiap perubahan yang terjadi melalui buku-buku yang diterbitkan.

“Semua itu demi memelihara semangat untuk menghargai setiap perbedaan, keterbukaan terhadap beragam perspektif, tetap aktual dengan perkembangan zaman, sambil terus tumbuh dan berkembang dengan bernas,” terang Haidar.

Titik Terang merupakan sebuah momen pencerahan di mana seseorang telah mampu memahami segalanya lebih baik di tengah beragam pemikiran yang ada.

Untuk mencapai “titik terang” ini, seseorang harus bisa terbuka saat melihat pemikiran atau pandangan yang berbeda dengan dirinya, tidak perlu ada yang dipertentangkan, tetapi sebaliknya dipandang sebagai nilai plus yang menambah khazanah pengetahuan.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Mizan yang tidak hanya melakukan tugasnya sebagai penerbit, tetapi memosisikan diri sebagai kurator yang membawa pencerahan. Ya, pencerahan untuk setiap pembaca melalui ragam karya dari berbagai lini Mizan.

“Kami ingin setiap orang dapat mencari dan menemukan titik terang di tengah perubahan zaman melalui konten yang sarat akan ilmu, pengetahuan, dan informasi mencerahkan yang telah kami kurasi. Mereka dapat mengambil dan menggunakannya untuk kebaikan dan menyebarkannya kepada lebih banyak orang. Kami Mizan, kami ikut serta membantu setiap orang menemukan titik terang,” tambah Haidar Bagir.

Acara yang digelar di M Bloc Space, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Oktober 2022 ini tidak hanya menampilkan peluncuran logo baru, tetapi juga ada beragam  acara lain yang tak kalah menarik.

Mulai dari pameran museum “Menuju Titik Terang”, tentang perjalanan 40 tahun Mizan; talkshow dengan para penulis; peluncuran buku terbaru Piqi Baiq; serta talkshow dengan penulis buku-buku best seller versi New York Times, Eric Weiner, yang datang langsung dari Amerika Serikat.

Beberapa tokoh turut menghadiri acara ini, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki; Menteri Pendayagunaan Aparatur Nergara Abdullah Azwar Anas; Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Raja Juli Antoni; Najib Burhani; dan Handoko Hendroyono.

Turut hadir pula penulis-penulis Mizan seperti Rhenald Kasali, Wahyu Aditya, dr. Gia Pratama, Asma Nadia, Rosalynn Tamara, Roosie Setiawan, Husein Ja’far Alhadar, dan lainnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here