Jelang Armuzna, Jamaah Diminta Tidak Lelah dan Stres

61
Jamaah Haji sedang memanjatkan doa di Padang Arafah. (Foto: liputan6)

Muslim Obsession – Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS meminta semua petugas kesehatan mengkampanyekan jamaah haji istirahat tiga hari menjelang Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Dibutuhkan kondisi fisik yang prima bagi jamaah haji untuk dapat mengikuti rangkaian ibadah wajib haji. Sehingga penting bagi petugas untuk mengingatkan jamaah haji tidak melakukan aktivitas yang berlebihan menjelang Armuzna.

”Paling tidak tiga hari sebelum armuzna, jamaah perbanyak istirahat di hotel, pastikan stamina dan kesehatan terjaga sebelum puncak haji,” imbau dr. Budi.

dr. Budi mengharapkan jamaah haji Indonesia dapat beribadah dalam kondisi kesehatan yang terbaik.

Mengingat 63 persen jamaah haji Indonesia merupakan jamaah Haji Risti, sehingga jamaah perlu menghemat energinya untuk dapat aktifitas ibadah dengan prima di armuzna.

”Agar jamaah tidak lelah dan stress. Hal ini bisa memicu kekambuhan penyakit. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan istirahat,” tambah dr. Budi.

Untuk itu strategi promosi kesehatan pada jamaah mulai difokuskan pada kampanye untuk istirahat dari beraktifitas di luar hotel untuk persiapan menghadapi Armuzna.

Koordinator Promosi Kesehatan, dr. Edi Supriyatna mengatakan, pesan pesan agar aktifitas fisik jamaah haji disesuaikan dengan kondisi kesehatannya juga terus digaungkan. Hal ini mengingat mayoritas jamaah haji indonesia merupakan jamaah haji risti.

”Materi promosi fokus pada minum jangan tunggu haus, minum air dicampur elektrolit (oralit), pemeriksaan kesehatan jamaah haji yang memiliki penyakit komorbid, penggunaan masker dan paying agar terhindar dari sengatan matahari, berhenti merokok dan penyesuaian aktifitas untuk menghindari kelelahan terus kita gaungkan,” ucap dr. Edi.

Minum obat secara teratur sesuai saran dokter, lanjut dr. Edi. Hal ini untuk menjaga jamaah dapat beribadah dalam kondisi yang terbaik.

Pendekatan dan edukasi diberikan langsung kepada jamaah haji di tiap kloter. Setiap harinya, tim promosi kesehatan bergerilya memanfaatkan semua sarana dan prasarana yang ada untuk terus menyampaikan pesan pesan promosi kesehatan.

”Berbagai Inovasi dilakukan agar pesannya dapat sampai kepada jamaah haji, contohnya menggunakan sunah Rasulullah saat minum, ketika kita lakukan edukasi jangan tunggu haus,” ujar dr. Edi.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here