Janji MbS Tak Menjadikan Wahabi Satu-Satunya Ideologi di Saudi

116

Jakarta, Muslim Obsession – Arab Saudi dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas menganut paham Wahabi. Karenanya, Wahabi dikenal sebagai paham Islam paling berpengaruh di sana.

Paham ini sangat melekat dengan Saudi karena ditegakkan oleh para ulama yang menjalankan peradilan dan polisi agama Saudi selama beberapa dekade. Ditambah, pemerintah Arab Saudi mengikuti tafsiran Wahabi terhadap kitab suci Al-Quran.

Ajaran Wahabi mencirikan diri sebagai muwahhidin atau unitarian, yakni istilah dari penekanan mereka pada keesaan mutlak Tuhan atau tauhid. Mereka menolak semua tindakan yang mereka anggap menyiratkan kemusyrikan.

Kendati demikian, Saudi terus mengalami sejumlah perubahan dari waktu ke waktu. Terlebih, saat Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman (MbS) memegang tonggak kepemimpinan di negara itu.

MbS menegaskan ajaran yang dibawa Muhammad bin Abdul Wahhab alias wahabisme bukan satu-satunya ideologi dan identitas Saudi selama ini.

“Hari ini tak boleh ada satu pun pihak yang memaksakan ajaran mereka yang menjadikannya satu-satunya paham di Saudi,” ujar MbS dalam wawancara dengan media The Atlantic, dikutip dari media pemerintah, Saudi Gazzette.

“Mungkin itu pernah menjadi sejarah kami seperti yang pernah saya katakan tepatnya pada era 1980-an, 1990-an, dan awal 2000-an. Hari ini, kami berada dalam jalur yang benar,” imbuh dia.

Sebagai bukti dari ucapannya, pelbagai upaya pun dilakukan MbS. Ia banyak telah membuat terobosan baru di negaranya.

MbS berupaya untuk membatasi kekuasaan ulama garis keras dan sheikh terkenal yang mendorong pandangan Islam tanpa kompromi di Saudi.

Selain itu, MbS menyebut hubungan negaranya dengan aliran Wahabi adalah satu masalah. Puluhan tokoh keagamaan ternama Saudi pun sudah ditahan dalam operasi yang diperintah olehnya. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here