Inovatif! UT Jadi Pionir Pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Era Pandemi

735
Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D.

Muslim Obsession – Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D menyebutkan, Universitas Terbuka (UT) merupakan pionir dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh di Indonesia di era pandemi Covid-19.

Berbagai terobosan dilakukan agar kualitas dan kewibawaan akademik UT tetap berdiri tegak. Salah satunya dengan melakukan terobosan dengan menyelenggarakan ujian yang disebut ‘Take Home Exam’.

“Ujian dapat dilaksanakan tanpa harus datang ke kantor UT, sehingga mengurangi interaksi langsung dan mencegah penularan virus Covid-19,” ujar Prof. Ojat dikutip dari Majalah Men’s Obsession, Kamis (24/2/2022).

Covid-19 menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi UT untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran yang telah dimiliki. Tutorial Webinar merupakan layanan di masa pandemi Covid-19, melengkapi layanan tutorial online secara asynchronous.

Selain itu, learning Management System TLMSU merupakan platform penting layanan pembelajaran jarak jauh juga terus di-upgrade dan customized agar semakin menarik dan berkualitas.

“Kami juga memiliki sistem ujian online berbasis web yang bisa diikuti mahasiswa termasuk bagi mahasiswa yang menempuh ujian Tugas Akhir Program selama masa pandemi. Tak ketinggalan, UT juga telah mengembangkan SUO yang dilengkapi dengan online proctoring yang semakin mempermudah mahasiswa mengikuti ujian,” papar Ojat.

UT juga ditunjuk oleh kementerian untuk membantu perguruan tinggi lain ketika mendapatkan kesulitan saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sebagai institusi rujukan, UT menjalin kerja sama dengan banyak perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

“UT diarahkan kementerian agar seluruh bahan ajar digital itu tidak hanya diakses mahasiswa sendiri, tetapi juga bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa dari PTN maupun PTS di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Isi akses sekitar 1.350-an mata kuliah dalam bentuk digital diberikan secara terbuka kepada seluruh dosen dan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga di mana pun dan kapan pun bahan ajar pendidikan tinggi tersebut bisa diakses secara digital.

“Dengan membuka akses, UT telah membantu perguruan tinggi lainnya untuk bisa melaksanakan PJJ secara lebih efektif,” ungkapnya.

Pada periode ini, Prof. Ojat menuturkan, terdapat dua langkah penting yang sedang dieksekusi. Pertama, UT harus naik kelas dari PTN PK-BLU atau Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menjadi PTNBH atau Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Struktur organisasi saat ini tidak pas untuk UT sebagai PTNJJ, sehingga hampir dapat dipastikan performanya tidak akan optimal. Peningkatan status tersebut menjadi satu bagian penting agar UT dapat dikelola dengan otonomi yang lebih luas.

“UT harus naik kelasKmenjadi PTN￾BH, karena UT bisa berkesempatan bergerak lebih lincah dalam merespons setiap dinamika danperubahan yang ada pada masa kini,” ujar Ojat.

Selama pandemi banyak perguruan tinggi yang mengusung dual mode system, yaitu tatap muka dan pembelajaran jarak jauh. Bermunculan para pemain baru yang membuat UT harus maju bersaing dengan perguruan tinggi konvensional lainnya.

Untuk bisa survive maka UT harus meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan. Melalui PTNBH, UT memiliki otonomi yang lebih luas dalam bidang akademik, otonomi dalam rekrutmen dan sumber daya manusia, serta tata kelola perguruan tinggi bisa lebih mandiri.

“Operasionalisasi UT secara penuh sebagai PTNBH masih harus menunggu keluarnya payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP),” pungkas Prof, Ojat. (Angie/MO/Poy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here