Ini 3 Alasan Psikolog Larang Orangtua Cium Bibir Anak

784

Muslim Obsession – Sebagai tanda rasa sayang dan cinta kepada buah hatinya, orangtua sering mengungkapkannya dengan sentuhan dan ciuman.

Meski ada 4 Titik Bagian Tubuh Anak yang Harus Rajin Dicium dan Diusap namun, ada bagian intim yang tidak dianjurkan untuk dicium, yaitu bibir. Setidaknya, ada tiga alasan yang mendasari hal tersebut, sebagaimana dikutip dari akun Instagram sharingmombaby:

1. Anak menjadi tidak paham mengenai batasan privasi

Saking sayangnya kepada anak, sejumlah orangtua kerap terbiasa mencium bibir anaknya. Namun hal ini ternyata dicap tidak baik.

Menurut seorang psikolog bernama Charlotte Reznick, bibir dan mulut adalah area pribadi pada tubuh anak.

Ketika orangtua mencium bibir anaknya, hal itu akan menunjukkan kepada mereka bahwa batas tubuh mereka terbuka dan seseorang dapat masuk ke area tersebut tanpa masalah.

Selain itu, hal ini juga termasuk dengan pakaian ketat, mencekok mereka untuk memaksa makan, dan bercanda secara agresif.

Dengan demikian, orangtua dapat meningkatkan risiko anak mereka mengalami “victim syndrome” dengan ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak” dan mengelola batas-batas pribadi mereka sendiri.

2. Tidak higienis

Dokter, dan terutama dokter gigi, memperingatkan bahwa ada sejumlah besar mikroba di mulut kita yang mungkin tidak menginfeksi orang dewasa, tetapi dapat ditularkan ke anak-anak dan sangat membahayakan mereka.

Dan karena anak memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, Charlotte Reznick menjelaskan, beberapa infeksi berbahaya yang dapat masuk ke dalam tubuh mereka melalui air liur termasuk virus Covid-19.

3. Anak mungkin akan berani mencium orang lain sebagai ungkapan kasih sayang

Anak mungkin akan mulai berperilaku sebagaimana orangtua mengajarkan mereka di rumah.

Mereka mungkin akan mencium anak-anak lain atau orang dewasa di bibir sebagai cara untuk mengungkapkan kasih sayang.

Psikolog menunjukkan bahwa anak-anak belajar sesuatu dengan cara meniru. Jadi mereka mungkin mencoba mengulangi gerakan yang sama dengan yang lain, tanpa menyadari implikasi intim dari gerakan ini.

Inilah sebabnya mengapa psikolog merekomendasikan hanya mencium pipi atau dahi anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here