Indonesia Kejar Peringkat Pertama Global Travel Muslim Index 2025

72
Pengunjung menikmati libur Lebaran di Kawasan wisata Tanjung Pasir, Kab. Tangerang, Banten, Minggu (08/05/2022). (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Setelah sempat terlempar dari 3 peringkat teratas dunia, Indonesia terus mengejar ketertinggalan dan pada kesempatan Islamic Digital Day yang diadakan KNEKS, CresentRating and Halal Trip mengumumkan Indonesia mendapatkan peringkat dua, di antara negara Islam lainnya.

Dilansir dari antaranews.com, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyatakan kebijakan pihaknya terkait pariwisata halal berorientasi terhadap penambahan layanan.

“Jadi kami fokus selama 18 bulan terakhir meningkatkan peringkat Indonesia dalam Global Travel Muslim Index karena kita sempat terlempar dari tiga besar. Alhamdulillah, kita diberikan peringkat nomor dua (pada tahun 2022), tapi kita tak boleh berhenti, kita harus bergandeng tangan, dan harus masuk peringkat pertama,” ucap dia dalam webinar Islamic Digital Day 2022 di Jakarta, Rabu (21/9).

Seperti diketahui, Indonesia telah meraih peringkat dua dari Global Travel Muslim Index 2022 dengan memperoleh poin sebanyak 70.

Pada tahun 2025, dia menargetkan Indonesia mampu memperoleh poin 75 sehingga diharapkan dapat menyalip posisi Malaysia yang berada di peringkat pertama.

Dalam hal ini, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terus mendorong pelaku usaha di industri halal untuk maju ke kancah global.

Dorongan tersebut tak lain dengan telah diakreditasi SNI ISO/IEC 17065:2012 dan UAE 2055:2 untuk Lembaga Sertifikasi Halal, dan akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium Halal dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Standar ini tidak hanya diakui di Indonesia, namun juga diakui oleh Badan Akreditasi Uni Emirat Arab atau ESMA.

Akreditasi ini dapat menjadi pintu masuk pelaku usaha untuk memperluas pasar global, khususnya di Uni Arab Emirate (UAE).

Pada tahun 2020, Indonesia juga menjadi pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan kontribusi konsumsi halal produk mencapai 184 miliar dolar AS. Selain itu, Tanah Air turut memberikan kontribusi sebagai produsen produk halal.

“Kemajuan ekosistem keuangan syariah Indonesia tercermin dalam pencapaian Indonesia sebagai negara yang memiliki ekosistem keuangan syariah terbaik secara global. Ini berdasarkan Islamic Finance Country Index tahun 2021,” kata Menparekraf.

Pandemi COVID-19, lanjut Sandiaga, telah membuat dunia bertransformasi secara digital dengan keterlibatan 204,7 juta pengguna internet di Indonesia dan tingkat penetrasi internet mencapai 73,7 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here