Ibu di Tuban Rela Jual Ginjal Demi Bayar Utang Anaknya Rp200 Juta

84

Tuban, Muslim Obsession – Seorang ibu kepala rumah tangga yang memiliki tiga orang anak di Tuban, Jawa Timur rela menjual ginjalnya. Ia mengaku butuh uang banyak untuk melunasi utang yang sedang melilit salah seorang anaknya. Total utang yang harus dilunasi mencapai Rp 200 juta.

Perempuan bernama ER (59) warga Kelurahan Latsari, Tuban itu duduk di emperan Jalan Basuki Rahmat sembari membentangkan poster bertuliskan “Dijual Ginjal” lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi pada Senin (21/11/2022).

ER yang sehari-hari mengaku sebagai penjual gorengan itu mengungkapkan alasannya hendak menjual ginjal. Yakni untuk melunasi utang salah satu anaknya yang terjerat pinjaman online (pinjol), utang KUR di sebuah bank dengan agunan BPKB senilai Rp 50 juta, serta utang lainnya di koperasi.

“Sebenarnya yang utang bukan saya, tapi anak saya. Kurang lebih hampir Rp 200 juta,” kata ER, Senin (21/11/2022).

Dia juga menceritakan untuk apa anaknya meminjam uang sebanyak itu? Menurut ER anaknya menggunakan uang itu untuk investasi. Tapi seluruh uang itu menguap tak berbekas karena investasi yang tadinya dikira menguntungkan ternyata bodong.

“Anak saya itu utang buat investasi. Tapi ternyata Investasi bodong,” ujar ER. Ia juga menambahkan karena anaknya tidak mampu mencicil pinjaman itu akhirnya utang itu menumpuk beserta bunganya. “Sudah setahun lebih tidak membayar akhirnya menumpuk.”

ER yang sehari-hari berjualan gorengan mengaku kasihan dengan anaknya. Imbas utang yang menumpuk dan tunggakan yang menggunung itu anaknya harus kabur dari rumah.

“Pergi tidak tahu ke mana saat ini anak saya. Karena ditagih terus, sampai datang ke rumah. Angsuran tiap hari ada yang 800 ratus (ribu rupiah) sampai satu juta (rupiah) lebih,” imbuh ER.

Karena putus asa dan harus menanggung beban utang anaknya yang besar padahal penghasilannya menjual gorengan tak bisa untuk menutup semua utang itu, ER pun memutuskan untuk menjual ginjalnya.

“Saya tahu kalau itu dilarang oleh pemerintah maupun agama, tapi nggak ada solusi lainnya untuk melunasi utang kalau tidak begini,” ujar ER.

Masalah yang dihadapi ER itu didengar oleh dinas sosial setempat. Kini para petugas membawa perempuan itu ke kantor untuk berkonsultasi dan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here