Hikmah Rahmani: Kenang Pahlawanmu

66

Oleh: Habib A. Rahman Habsyi (Sahabat Iman)

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Melihat definisi pahlawan di atas, tentu setiap orang mempunyai persepsi masing-masing tentang apa itu arti pahlawan.

Secara etimologis ada juga yang memaknai pahlawan berasal dari akar kata “pahala”, dan berakhiran “wan”, pahalawan.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Merendahlah!

Artinya, mereka pantas memperoleh pahala karena jasa-jasanya bagi perjuangan menegakkan kebenaran.

Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaannya.

Dalam perspektif Islam, pahlawan dapat dimaknai sebagai orang Islam yang berjuang menegakkan kebenaran (al-haq) demi memperoleh ridha Allah semata. Doktrinnya adalah: limardhatillah wa li i’lai kalimatillah hiya l-‘ulya. Kata kuncinya adalah kebenaran (al-haq) dan ridha Allah SWT .

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Terus Baik

Pahlawan dalam kacamata Islam pasti memiliki kontribusi atau jasa besar bagi orang lain, karena semua ajaran dalam Islam memiliki implikasi positif bagi orang lain, bahkan untuk semesta alam ini (semua makhluk hidup).

Sejatinya, pahlawan itu tidak pernah mati, karena jasa-jasanya selalu dikenang oleh orang banyak. Kebaikannya selalu tertabur dalam jiwa umat, sehingga tak pernah sirna untuk dikenang dan didoakan arwahnya setiap saat. Meskipun secara lahiriyah sudah mati, namun secara hakiki belum, ia mati tetapi hidup.

“Dan janganlah kalian sekali-kali mengatakan bahwa orang-orang yang berjuang (terbunuh) di jalan Allah itu mati melainkan mereka hidup tetapi kita tidak merasakan”. (QS al-Baqarah: 154).

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Terus Belajar

Memperingati hari Pahlawan Bukan hanya dengan sekedar sanjungan, tetapi dengan meneruskan perjuangan visi para pahlawan kita.

Ingatlah kata-Kata Bung Hatta..! “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”.

Begitu pula pesan Bung Karno: “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” (pidato Soekarno di HUT Proklamasi 1963).

Selamat Hari Pahlawan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here