Hafal 30 Juz Al-Quran, Petugas Kebersihan Polda Jatim Ditawari Jadi Polisi

603

Jakarta, Muslim Obsession – Seorang petugas kebersihan di Mapolda Jawa Timur bernama Febri Andi Herdiana menjadi perbincangan warga net setelah videonya melantunkan ayat Al-Quran viral di media sosial.

Dalam video yang menyebar di media sosial, Febri tampak melamar pekerjaan sebagai petugas kebersihan di kantor Ditbinmas Polda Jatim. Ia juga diminta untuk melantunkan ayat Al-Quran.

Terkesan dengan hafalan Al-Qur’an Febri, Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Asep Irpan Rosadi menawari pemuda 20 tahun itu untuk menjadi polisi. Febri mendapat tiket emas untuk mendaftar sebagai anggota Polri tahun depan.

Asep mengaku, awalnya ia hanya menerima Febri sebagai petugas kebersihan. Namun tak disangka, Febri merupakan seorang hafiz yang sudah menghafal 30 juz.

Kisah seorang hafiz di Surabaya tengah mencuri perhatian. Sebab, saat ia melamar untuk jadi petugas kebersihan malah ditawari mengikuti tes masuk Polri.

Febri bekerja sebagai petugas kebersihan mulai Senin (31/1). Saban pagi, Febri juga diwajibkan Asep menyetor hafalannya. Asep juga meminta Febri mengajarinya mengaji dan mengajari staf lain.

“Begitu mendengar dia sebagai hafiz, saya tidak pikir-pikir lagi. Saat itu saya bilang, kamu (Febri) nggak usah jadi cleaning service lagi kalau sudah hafiz, bisa lebih tinggi lagi. Pertama kamu bisa ajari saya (mengaji), juga ngajari yang lain di sini. Kedua saya tawari kamu mau jadi polisi?” ungkap Asep di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (31/1/2022).

Namun, Asep menegaskan, ia tak serta merta menjadikan Febri sebagai anggota polisi. Ia hanya membantu membimbing dan melatih Febri agar bisa masuk Polri saat pendaftaran tahun depan.

“Kamu saya latih, tahun depan ada pembukaan kamu bisa ikut rekrutmen. Tetap dia ada prosesnya, ada jalurnya melalui jalur rekrutmen proaktif,” jelas Asep.

Asep mengatakan, Febri tak langsung diterima menjadi polisi. Dia harus mengikuti serangkaian tes untuk menjadi polisi.

“Saya ingin meluruskan beberapa waktu terakhir ini ada beberapa video viral terkait cleaning service yang langsung diterima sebagai anggota polisi. Sebenarnya tidak langsung diterima sebagai anggota polisi, tetapi diterima sebagai staf saya yang membantu kebersihan di sini,” ungkap Asep.

Lalu, apa itu jalur rekrutmen proaktif? Asep memaparkan institusi Polri memang memiliki jalur khusus untuk rekrutmen anggotanya. Salah satunya melalui jalur rekrutmen proaktif.

“Di Polri ada rekrutmen proaktif, ada tiga kategori. Nah Febri ini masuk kategori anak-anak yang berbakat, baik dari sisi akademis maupun nonakademis, misalnya hafiz. Polisi butuh orang-orang yang bisa hafal Al-Qur’an, polisi butuh anggota yang mampu mensyiarkan kebaikan,” imbuhnya.

Febri mengaku tak memiliki niat untuk menjadi polisi. Dia hanya melamar pekerjaan sebagai petugas kebersihan.

Febri mengatakan menjadi polisi merupakan suatu hal yang mustahil baginya. Dia merupakan tulang punggung keluarga usai ditinggal ayahnya menghadap sang Khalik. Saat itu, di pikirannya hanya ingin membantu ibunya mencari nafkah dengan rezeki yang halal.

Anak laki-laki pertama dan satu-satunya ini harus menanggung beban keluarganya. Apa lagi, dia masih memiliki adik perempuan yang masih menimba ilmu di pesantren.

Febri menceritakan, pada 26 Januari 2022, ia melamar pekerjaan sebagai cleaning service di Polda Jatim. Usai menunggu sejak pagi hingga malam, dia akhirnya berkesempatan bertemu dengan Dirbinmas Polda Jatim Kombes Asep Irpan Rosadi.

“Saya menunggu Pak Direktur sampai pukul 11 malam. Kemudian Pak Direktur keluar dari kantornya, akhirnya Pak Direktur tanya-tanya kepada saya, saya bilang mau kerja di sini, saya pun diterima sebagai cleaning service,” ujar Febri ditemui di Mapolda Jatim.

Febri tak menyangka dirinya ditawari untuk menjadi anggota Polri dengan jalur penerimaan rekrutmen proaktif, karena ia memiliki prestasi. Ia akan mengikuti seleksi penerimaan di tahun depan.

“Waktu ditawari, saya jawab insyaallah. Karena kan besok belum tentu melewati tes itu, makanya saya jawab insyaallah,” tutur Febri.

Febri mulai belajar menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku SMA kelas 1. Dia menghafal 30 juz dalam waktu 3,5 tahun. Alasannya menghafal Al-Qur’an, karena ia termotivasi dengan acara-acara hafiz cilik di televisi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here