Gus Yaqut: Ada Upaya Kelompok yang Ingin Memecah Ansor dan Banser

95
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyebut ada kelompok politik mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU) yang ingin memecah belah Banser dan Ansor jelang 2024.

Gus Yaqut mengatakan itu saat menutup Konferensi Besar Ke-XXVI GP Ansor di Asrama Haji Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Saat ini sudah ada upaya memecah belah soliditas Ansor dan Banser dari kelompok politik mengatasnamakan NU untuk memecah belah soliditas Ansor dan Banser. Sebab itu, terus konsisten melakukan kaderisasi dan menata organisasi, serta memperkuat konsolidasi,” ujar Yaqut mengutip keterangan resmi.

Yaqut tidak menyebut secara gamblang siapa kelompok politik yang dimaksud. Dia lalu meminta anggota Banser dan Ansor untuk selalu solid.

Yaqut meminta para kader untuk terus mengencangkan koordinasi di semua level. Terlebih, perkembangan perpolitikan di Tanah Air ke depan akan semakin dinamis.

Dia juga menyebut ada aktor politik yang mengusung isu agama di pemilu.

“Memasuki tahun politik, banyak aktor politik yang berpikiran sempit demi memuluskan kepentingannya. Bahkan ada yang licik dengan mengusung isu atau simbol keagamaan. Ini harus kita waspadai bersama karena sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa,” kata dia.

Yaqut menegaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun oleh perjuangan berat para pendiri bangsa untuk menyatukan berbagai perbedaan.

Menghadapi situasi ini, Yaqut juga meminta para kader Ansor dan Banser tidak lengah. Sebab sangat mungkin para pengguna politik keagamaan itu juga menyasar para kader Nahdlatul Ulama (NU) ini untuk tujuan praktis.

Ia bertekad membuat agenda politik Pemilu 2024 berjalan sesuai aturan, berlangsung aman, jujur, adil dan menyenangkan.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang mengajak menjunjung tinggi etika dengan mengedepankan kesantunan dan penghormatan antarsesama.

“Untuk itu saya instruksikan semua kader di mana pun berada untuk selalu satu komando dan satu barisan terhadap segala upaya memecah belah umat. Ini penting karena tensi politik ke depan bakal semakin meninggi sehingga perlu kecermatan,” ucap Yaqut yang juga Menteri Agama. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here