Gus Nadir: Manusia Mulia Karena Adab, Bukan Nasab

478
Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand Prof. Nadirsyah Hosen.

Muslim Obsession – Manusia dinilai sebagai makhluk yang paling mulia. Bahkan lebih mulia dibandingkan malaikat yang menjadi makhluk paling mulia di langit.

“Apa sebab? Karena Allah lebih memilih manusia dibandingkan setan dan malaikat untuk menjadi wakilnya di muka bumi,” ungkap Ra’is Syuriah pengurus cabang istimewa NU di Australia dan Selandia Baru, Nadirsyah Hosen, di akun Instagramnya, Senin (8/11/2021).

BACA JUGA: 

3 Keistimewaan Rasulullah

Kisah Bule Australia Masuk Islam Karena Maulid Nabi

Lelaki yang akrab disapa Gus Nadir tersebut menjelaskan bahwa kemuliaan manusia bukan terletak pada keturunannya, budaya dan adatnya, juga bukan di harta dan tahtanya.

“Kemuliaan manusia ketika menggunakan akal dan hatinya untuk mencapai derajat takwa. Derajat golongan yang memiliki keimanan, ketaatan, mawas diri, ilmu, dan tentunya juga akhlak atau adab,” jelasnya.

Menurutnya, karakter mulia itu berkumpul dalam manusia yang takwa. Jadi manusia takwa adalah manusia yang sudah mencapai prestasi ilmu, iman dan adab yang mulia.

Kemuliaan itu adalah dengan adab (budi pekerti), bukan dengan sebab nasab atau silsilah keluarga (‎الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ).

“‎Membanggakan nasab, tanpa punya adab, apalagi capaian prestasi, justru bikin malu nama keluarga,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here