Gus Baha: Shalat Tahajud Tapi Obsesinya Ingin Hajat Terkabul, Lebih Baik Tidur Saja

421

Jakarta, Muslim Obsession – Shalat tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari. Shalat tahajud dianggap sebagai ibadah shalat sunnah yang paling istimewa, sebab disebutkan dalam Al-Quran dapat membuat seseorang dimuliakan oleh Allah Swt.

Tentu banyak keistimewaan dari shalat tahajud. Namun orang yang melaksanakan shalat tahajud juga tidak ada jaminan ia diridhoi atau mendapatkan kemulian dari Allah, karena semua itu ditentukan pada pada kepasrahan dan niat seorang hamba dalam beribadah kepada Allah.

Dalam sebuah kajiannya, KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha yang diunggah diakun @Gus-Baha1. Ia mengatakan tidurnya orang yang tak melaksanaan shalat tahajud bisa lebih mulia dengan orang yang melaksanakan shalat tahajud, jika diniatkan untuk menikmati rahmatnya Allah Swt.

Menurut Gus Baha, posisi orang yang demikian ini dianggap lebih baik dibanding orang yang mengerjakan shalat tahajud namun berpotensi menggerutu jika hajatnya tidak terkabul.

“Ada orang salat tahajud terus obsesinya itu ingin hajatnya terkabulkan, sementara yang tidur obsesinya nikmati rahmatnya Allah boleh tidur, bisa tidur,” ungkap Gus Baha

Mengenai hal itu, Gus Baha mengutip penjelasan Imam Ghazali. Meskipun waktu tahajud merupakan waktu mustajab untuk meminta hajat, maka tidur dianggap jauh lebih baik.

“Kata Imam Ghazali daripada kita tahajud untuk menuntut Allah SWT, mending tidur saja,” jelasnya.

Gus Baha mengatakan jika orang yang memiliki obsesi tahajud kemudian doanya tidak terwujud, maka setan pun akan berusaha untuk membisiki sehingga meragukan agama Islam.

“Karena nanti mengakibatkan adanya setan membisiki, lho, ternyata kamu shalat tahajud tidak terkabul. Berarti hadits Nabi kalau doa tahajud pasti terkabul ternyata tidak terbukti,” ujar Gus Baha.

Daripada seperti itu, ia menilai tidur dianggap lebih afdhol dari pada berpotensi merusak citra Islam.

“Jadi ulama dulu itu sudah berpikir, banyak orang menjadikan tahajud atau salat malam itu media untuk hajatnya dan kalau nggak kesampaian ini mutung dan menyalahkan kyainya ijazahnya tidak manjur,” tandasnya. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here