Gerakan Desa Madani Parmusi, Solusi Atasi Kemiskinan di Jawa Tengah

197

Oleh: Anding Sukiman (Ketua PW Parmusi Jawa Tengah)

Jawa Tengah disebut sebagai propinsi termiskin di Indonesia. Bedasarkan Data BPS, angka kemikisnan tahun 2021 mencapai 3,9 juta jiwa dengan parameter pendapatan masyarakat Rp.450.000/ bulan.

Artinya, jika sebuah keluarga dengan 2 anak satu istri pendapatan suami Rp.1.850.000/ bulan, maka sudah masuk kategori mampu alias tidak miskin.

Jumlah Penduduk Jawa Tengah berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Jawa Tengah mencapai 37,23 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25,89 juta jiwa (69,54) penduduk di provinsi tersebut merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun).

Di antara kelompok usia produktif tersebut sebanyak 2,88 juta dan mengelola lahan sawah sebesar 1.022.570,86 hektare, artinya tiap petani di Jawa Tengah hanya mengelola lahan sawah 3.500 meter.

Luas lahan tersebut jika ditanami padi hanya menghasilkan 1,7 ton gabah jika panen 2 x setahun hanya menghasilkan 3,4 ton/ tahun jika harga gabah dihitung tertinggi Rp.5.000/kg maka pendapatan petani Rp.1.416.000/ KK/Bln

Rencana panen sebanyak 3,4 ton/ tahub tersebut belum jika menghadapi gagal panen akibat hama tikus, wereng, walangsangit juga harga pupuk yg tidak terkendali.

Gerakan Desa Madani Parmusi

Gerakan Desa Madani adalah sebuah gerakan dakwah yang dipelopori oleh Ormas Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia). Inti Gerakan Desa Madani adalah upaya yang dilakukan oleh para dai Parmusi di Jawa Tengah untuk mengembangkan semua potensi ekonomi perdesaan di Jawa Tengah agar mampu meningjatkan pendapatan masyarakat.

Dalam setiap langkahnya para dai tersebut bergerak dari Masjid – masjid yang sudah ada ditengah – tengah masyarakat perdesaan. Masjid sebagai pusat gerakan dengan menguatkan aqidah umat sehingga secara ikhlas menjalankan syariat agama dan memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah.

Selain itu melakukan kajian hukum-hukum Islam untuk dapat dipahami dan juga mendata dan menganalisis potensi ekonomi yang kemudian dikembangan dengan manajemen modern dengan dukungan teknologi baik dari hulu pertanian, peternakan dan perikanan maupun penanganan pasca panen sehingga hasil-hasil produksi pertanian, peternakan dan perikanan dapat terpasarkan mulai dari pasar tradisional sampai pasar modern melalui marketplace.

Gerakan Desa Madani seperti tersebut di atas diharapkan akan memperkokoh persatutan dalam wadah NKRI, karena itu gerakan desa madani di Jawa Tengah akan melibatkan semua steakholder di lembaga pemerintahan baik kementerian dalam Negeri, kementerian pertanian, kalangan kampus juga lembaga kepolisian RI dan TNI. Semua kita libatkan dalam tugas,pokok dan fungsi masing- masing.

Di Kabupaten Wonogiri, Gerakan Desa Madani sudah dimulai sejak tahun 2018 melalui gerakan Shalat Subuh Berjamaah dilanjutkan gerakan kandang bersih untuk mengolah kotoran sapi karena populasi sapi di wonogiri mencapai 60.000 ekor sehingga tiap hari menghasilkan kotoran sebanyak 900.000 kg dan juga menghasilkan 1.800.000 liter urine.

Apabila kohe (kotoran hewan) ini apabila diolah menjadi pupuk kompos akan menghasilkan 405.000 kg/hari atau senilai Rp.405 juta/hari dan akan menghasilkan pertanian organik, gerkan ini belum sepenuhnya jalan , tetapi sdh ada 5000 batang kelapa kopyor yg bisa dikembangkan dan mulai berbuah.

Di samping mengadakan kegiatan di Wonogiri, PW Parmusi Jawa Tengah pada tahun 2022 ini juga akan segera melaksanakan Gerakan Desa Madani sebanyak 17 Desa yang tersebar di Kecamatan Pakis, Kecamatan Grabag dan Kecamatan Ngablak Kab. Magelang. Titik berat dalam Gerakan Desa Madani di 3 kecamatan di atas adalah pengembangan pertanian tanaman sayur sesuai potensi yang ada di wilayah tersebut.

Gerakan Desa Madani di Kabupaten Magelang nantinya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sayuran sehat dengan menggunakan pupuk organik, teknologi tanam, bibit dan penanganan pasca panen juga lebih modern. Untuk keberhasilan dan keberlanjutan program di Magelang akan diawali dengan audensi dengan Polda Jawa Tengah, dan melibatkan unsur perguruan tinggi dari Undip dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here