Gagasan Fiqih Peradaban Bermula dari Wasiat Gus Dur

56
Almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: geotimes.co.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) KH Hodri Ariev menyatakan awal mula gagasan fiqih peradaban adalah dari wasiat seorang ulama NU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Diceritakan, 4 bulan sebelum kewafatannya, Gus Dur yang terbaring sakit di Ciganjur meminta membuat rencana strategis agar Barat membantu Islam.

Pernyataan ini disampaikan pada acara Halaqah Fiqih Peradaban dengan mengusung tema ‘Fikih Siyasah dan Negara Bangsa’, Kamis (22/12/2022). Acara dipusatkan di aula pertemuan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep.

“Kami membawa gagasan Gus Dur ke Rembang. Kala itu bertemu dengan Gus Mus yang merespons sambil tersenyum. Dikatakan oleh beliau, ini wasiat strategis. Untuk menolong Islam, Barat akan mempelajari pihak yang akan ditolong,” ujarnya seperti dikutip dalam laman resmi NU.

Yang diharapkan Gus Dur, lanjutnya, bagaimana Barat belajar Islam sehingga mereka paham Islam yang sebenarnya. Sedangkan yang dijadikan referensi adalah NU yang tidak memiliki kepentingan politik praktis dan berposisi netral. Sehingga dengan jelas Barat memahami Islam yang Rahmatan lil Alamin.

Kiai kelahiran Jember itu menyatakan, isu yang sering dibawa dalam halaqah ini, tidak lepas dari perang dan kedamaian. Pasalnya, isu yang menarik ini mendapat perhatian internasional.

Oleh karenanya, fiqih dijadikan pilihan guna merespons perkembangan kontemporer yang tetap berpijak pada turats dan khazanah ulama Nusantara yang banyak mengutip dari ulama-ulama sebelumnya dan bersambung sanadnya pada Rasulullah. (Al)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here