Dulu Anggap Syirik, Abu Bakar Ba’asyir Kini Akui Pancasila Dasar Negara

77
Abu Bakar Ba'asyir bebas (Foto: Suara.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir kini mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Hal itu terungkap usai video viral yang menampilkan Ba’asyir sedang memberikan ceramah beredar di media sosial mengucapkan hal demikian.

Menurutnya, dasar dari Pancasila adalah tauhid atau ketuhanan seperti tertuang dalam sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Indonesia berdasar Pancasila kenapa disetujui ulama? Karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Ba’asyir dalam video yang viral di media sosial.

Ba’asyir mengakui bahwa pemahaman Pancasila ini merupakan hal baru baginya. Sebab dulu Ba’asyir menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang syirik.

Lebih jauh, Ba’asyir menyebut para ulama pada dasarnya memiliki niat ikhlas. Termasuk dalam memikirkan dasar negara Pancasila.

“Ini juga pengertian saya terakhir, dulu-dulunya saya bilang Pancasila itu syirik, tapi setelah saya pelajari berikutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik itu ndak mungkin,” tambahnya.

Pernyataan Ba’asyir itu dikonfirmasi oleh Putranya, Abdul Rochim Ba’asyir. Abdul menegaskan ayahnya tak pernah menolak Pancasila. Baginya, prinsip demikian sudah dipegang oleh Ba’asyir sejak lama.

“Itu video sudah sekitar empat bulan yang lalu. Dan itu [mengakui Pancasila] sudah lama, itu bukan baru. Pak Ba’asyir pada prinsipnya tak pernah tolak Pancasila,” kata Abdul, Selasa (2/8) malam.

Abdul menjelaskan Ba’asyir hanya menolak Pancasila saat ditarik ke arah sebagai paham yang anti atau dibenturkan dengan agama Islam. Ba’asyir, kata dia, mengakui Pancasila sesuai dengan maksud para pendiri bangsa.

“Beliau tolak jika Pancasila dibenturkan dengan Islam. Sehingga upaya menegakkan syariat Islam di Indonesia dibenturkan Pancasila, itu yang beliau tolak.

Abdul mengatakan Ba’asyir sependapat bahwa Sila pertama Pancasila yang berisikan ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ sesuai ajaran tauhid dalam Islam. Sehingga, negara Indonesia dianggap dapat ditata sesuai aturan yang bersumber pada prinsip-prinsip ketuhanan yang diatur dalam Pancasila.

“Jadi beliau melihat Sila pertama Pancasila itu adalah bertuhan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Sebagai informasi, Abu Bakar Ba’asyir merupakan tokoh utama di balik Jamaah Islamiyah, organisasi yang bercita-cita mendirikan negara Islam. Ba’asyir merupakan pendiri Pesantren Al Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah

Ba’asyir ditangkap polisi pada tahun 2010 dan divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh.

Ba’asyir baru dinyatakan bebas murni pada awal Januari 2021 lalu usai menjalani masa tahanan 9 tahun 6 bulan. Dari vonis tersebut, ia mendapat remisi 55 bulan. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here