Dikecam! Gus Miftah: Lakon Khalid Basalamah Itu Urusan Si Dalang

448
Gus Miftah (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Muslim Obsession – Gus Miftah mendadak jadi tranding di Twitter dan panen hujatan setelah menampilkan lakon wayang Khalid Basalamah dalam pertunjukan wayang di Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah pada Jumat (18/2).

Gus Miftah dicerca para netizen karena dianggap kurang bijak dalam menampilkan lakon Khalid Basalamah. Dalam lakon itu, Khalid yang digambarkan wayang berpeci dan berjenggot itu remuk dihajar wayang lainnya. Publik kemudian bereaksi dengan pertunjukan itu.

Gus Miftah kemudian angkat bicara soal gelaran wayang kulit itu. Ia menjelaskan jika sejak awal dirinya memang kerap menggelar pertunjukan wayang di Ponpes Ora Aji, Sleman, DIY. Hanya saja sempat mandek karena pandemi.

“Yang pertama bahwa saya itu nanggap wayang dari 2012, artinya memang Ponpes Ora Aji itu rutin menggelar pentas wayang cuma berhenti karena persoalan pandemi,” kata Gus Miftah kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

“Jadi kalau dimaknai pentas wayang itu merupakan reaksi atau respons dari apa yang terjadi saat ini saya pikir kurang pas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Miftah mengatakan untuk pentas wayang yang digelar pada Jumat (18/2) lalu, atas permintaan para seniman.

“Kemudian yang kedua, pentas terakhir kemarin yang kita lakukan itu karena permintaan teman-teman seniman untuk bisa urun rembuk di pondok saya yang kebetulan memang saya begitu care dengan soal seni dan budaya karena ada permintaan itu ya sebisa mungkin saya bantu,” tegasnya.

Oleh karena itu, terkait konten dalam pertunjukan wayang itu, menurut Gus Miftah merupakan domain dari sang dalang. Ia menegaskan tidak melakukan intervensi apapun terkait dengan lakon, konten dan atraksi selama pertunjukan wayang apapun.

“Soal konten, atau lakon, atau atraksi di dalam pertunjukan wayang, itu merupakan domain dan wilayahnya dalang itu sendiri. Jadi isinya tentang apa, itu kita hanya dikasih lakonnya saja,” ucapnya.

“Tetapi pertunjukannya seperti apa itu ya urusan dalang bukan urusan saya dan saya tidak bisa intervensi itu. Itu sudah merupakan kebiasaan, bahwa atraksi panggung atau atraksi dalam pertunjukan wayang itu urusan dalang,” sambungnya.

Selain pementasan wayang, konten pembacaan sajak yang ditulis oleh Gus Miftah dan diunggah dalam akun Instagram pribadinya juga jadi sorotan. Musababnya, dalam sajak itu menyudutkan salah satu pihak.

Akan tetapi, Gus Miftah berkilah dengan mengatakan perbedaan pendapat dalam ilmu itu hal yang biasa.

“Kalau yang viral atau yang trending itu tentang sajak saya, kalau soal kritik ilmu kalau soal perbedaan pendapat dalam ilmu itu kan suatu hal yang lumrah jadi sah-sah saja,” katanya.

Gus Miftah menegaskan, sajak itu merupakan tanggung jawabnya sebagai orang yang membuat. Namun, untuk pertunjukan wayang, ia menegaskan jika itu domain dari dalang.

Diketahui, pertunjukan wayang tersebut digelar di Ponpes Ora Aji milik Gus Miftah di Sleman. Pementasan tersebut dihadiri oleh sejumlah dalang dari Solo dan Yogya dan diinisiasi oleh dalang kenamaan Ki Warseno Slenk asal Sukoharjo, Jawa Tengah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here