Diduga Hina Nabi Muhammad, Komika Aulia Rakhman Ditangkap Polisi

646

Jakarta, Muslim Obsession – Polisi akhirnya mengamankan komika Aulia Rakhman yang viral di media sosial, karena membawakan materi stand up comedy yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

“Ya sudah ditindaklanjuti. Berdasarkan pengaduan masyarakat, komika tersebut telah diamankan di Polda Lampung,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadilah Astutik kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023).

Umi belum merinci kapan dan di mana Aulia Rakhman ditangkap. Apakah dia ditetapkan menjadi tersangka atau tidak, juga belum disampaikannya. “Saat ini sedang diperiksa,” tambahnya.

Sebelumnya, Aulia Rakhman dirujak netizen setelah potongan video penampilannya di acara ‘Desak Anies’ viral. Materi stand up comedy yang dibawakannya dianggap menghina Nabi Muhammad.

Lingkar Nusantara (Lisan) Bandar Lampung kemudian melaporkan komika Aula Rakhman ke Polda Lampung, Sabtu, 9 Desember 2023. Laporan tersebut buntut dari materi stand up comedy yang disampaikan dalam acara Desak Anies dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Menurut Koordinator Lisan Bandar Lampung, Muhammad Rifki Gandhi, bahwa perkataan komika Aula Rakhman dalam acara Desak Anies di Kafe Bento diduga melecehkan nama Nabi Muhammad SAW.

Materi-materi stand up Aulia Rakhman itu kemudian viral di Media Sosial dan mendapatkan berbagai tanggapan. “Kami menilai ucapan dia yang viral itu sudah masuk tindak pidana, ucapannya apa yang dikatakan Aulia di video yang viral itu. Coba lu cek penjara, ada berapa yang namanya Muhammad di penjara? Kayak penting saja nama Muhammad sekarang,” kata Muhammad Rifki, Sabtu (9/12/2023).

Muhammad Rifki menjelaskan, perkataan komika Lampung tersebut kategori ujaran kebencian. Menurutnya hal tersebut masuk dalam tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) dan Pasal 156a KUHP. Dalam materi stand up-nya, Aulia menyinggung nama Nabi Muhammad SAW dalam konteks negatif.

Mestinya yang bersangkutan bisa bijak dalam menyusun materi sebelum disampaikan.

“Aulia menyinggung nama Nabi Muhammad SAW dalam konteks yang negatif. Semestinya, Aulia sebelum mengisi acara, mampu secara bijak menyusun materinya sebelum disampaikan kepada publik, apalagi materi tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan acara Kampanye Capres Nomor Urut 1. Isu-isu terkait suku, agama, dan ras selayaknya tidak dijadikan bahan olokan,” jelasnya.

Rifki menegaskan, pelaporan ini dilakukan sebagai tanggung-jawab warga negara yang memiliki kewajiban untuk mengawal agar suatu perbuatan yang diduga mengandung tindak pidana dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. “Langkah kami ini tidak ada kaitannya dengan kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Capres tertentu,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here