Dampingi Penyintas Gempa Cianjur, Kemenag Terjunkan Guru BK

48

Jakarta, Muslim Obsession – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menerjunkan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memberikan pendampingan terhadap penyintas gempa Cianjur.

Menukil Kemenag, Jumat (30/12/2022), pendampingan antara lain diberikan kepada para guru madrasah di kawasan Cianjur yang terdampak gempa. Gejala psikologis traumatis ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kehilangan pasangan hidup, anak, anggota keluarga lainnya, serta harta benda.

Direktorat GTK mencatat, setidaknya ada 400 guru madrasah di CIanjur yang terdampak gempa. Dari jumlah itu, 150 guru madrasah sudah mendapatkan trauma healing dari tim yang didatangkan oleh GTK Madrasah. Sekitar 10 guru di antaranya, perlu mendapatkan treatment secara khusus. Bahkan, ada tiga guru yang mengalami sindrom ketakutan gempa akut.

Keberangkatan 10 Guru BK ini dilepas Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain. Mereka akan bertugas selama tiga hari, 28 – 30 Desember 2022 untuk memberikan pendampingan.

Kepada para guru BK, Zein berpesan bahwa para guru madrasah di Cianjur perlu dibantu untuk segera “menemukan dirinya” pasca gempa.

“Para guru harus tetap menjalankan proses pendidikan dan pembelajaran dalam kondisi apapun. Jangan sampai anak-anak kehilangan masa belajarnya,” jelasnya di Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Zein berharap, penugasan 10 guru BK ini dapat mengakselerasi penormalan mental dan psikologis guru. Apalagi, belum semua guru madrasah terdampak mendapatkan trauma healing.

“Hari ini, 10 guru BK madrasah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Jawa Barat ditugaskan untuk turun langsung ke lokasi gempa sejak tanggal 28 – 30 Desember 2022 menindaklanjuti hasil trauma healing yang lalu,” ujar Zain.

Zain menambahkan, di lembaga pendidikan madrasah perlu kurikulum mitigasi bencana. Sebab, Indonesia termasuk negara yang berada pada ring of fire, cincin api, di mana gempa dapat terjadi setiap saat.

Ketua MGBK Jawa Barat Siti Kulsum menginformasikan bahwa aktivitas healing ini akan menyasar madrasah-madrasah yang dekat dengan pusat gempa. “Kami telah berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Cianjur untuk penentuan lokasi pastinya,” ujar Kulsum.

Kepala Subdit Bina GTK Madrasah Anis Masykhur menambahkan, pihaknya sengaja melibatkan MGBK yang ada di Jawa Barat. Mereka berasal dari Bekasi, Bandung, Depok, dan Cianjur.

“Ini akan jadi lesson learn bagi guru BK. Tidak hanya mendampingi para siswa. Kini mereka harus mampu mendampingi sesama rekan seprofesinya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here