Dampak Bom Vakum Rusia, Suhu Panas Capai 3.000 Celcius, dan Zat Beracun

542

Jakarta, Muslim Obsession — Rusia disebut-sebut bakal menggunakan senjata bom vakum atau bom termobarik untuk menyerang Ukraina. Senjata ini menjadi senjata andalan dalam peperangan karena dampaknya sangat mematikan.

Bom vakum merupakan senjata berdaya hancur dahsyat yang sudah digunakan sejak lama, termasuk di Perang Vietnam 2 pada 1955 oleh Amerika Serikat (AS). Selain AS, Uni Soviet juga pernah memakainya pada 1979 di Afghanistan.

Daya ledak bom vakum disebut bisa menghasilkan awan plasma bersuhu 2.500 – 3.000 Celcius. Ledakan suhu tinggi yang tercipta juga dikatakan lebih lama dari bom pada umumnya.

Bom vakum atau senjata berbasis termobarik menghasilkan suhu sangat tinggi karena pada prinsipnya menyedot oksigen di sekitar. Selain ledakan, bom vakum juga menghasilkan zat berbahaya etilen oksida, senyawa sangat beracun jika kena tubuh manusia.

Korban terpapar etilen oksida dapat mengalami kulit terbakar serta gangguan paru-paru dan pencernaan.

Bentuk bom vakum bisa bermacam-macam ukuran, mulai dari granat untuk senjata peluncur buat pertempuran jarak dekat hingga peluru kendali yang dibawa di jet tempur.

Dugaan penggunaan amunisi termobarik oleh Rusia disebut menggunakan peluncur roket sekali pakai RPO-A Shmel dan roket termobarik untuk keluarga senjata RPG-7, menurut laporah JMVH.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi Rusia akan menggunakan bom vakum di Ukraina. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here