Dakwah Ilallah Paling Efektif adalah Membangun Lembaga Pendidikan

66
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Maluku Ustadz Abu Imam A Rahim Rumbara.

Maluku, Muslim Obsession – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Maluku Ustadz Abu Imam A Rahim Rumbara meyakini bahwa melakukan Dakwah Ilallah yang paling efektif adalah dengan membangun dakwah komunitas melalui lembaga pendidikan.

Hal itu dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anshor Maluku ini berdasarkan pengalamannya di berbagai daerah, terutama saat berdakwah di Maluku dan Papua.

Ustadz Abu beralasan, dengan berdakwah di lembaga pendidikan maka seorang dai terikat waktu dan para siswa yang dibina pun membutuhkan waktu cukup lama.

Paling tidak, menurutnya, hingga selesai kuliah seorang anak terikat 15 tahun di dunia pendidikan. Dalam prosesnya, terjadilah connecting atau hubungan satu lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan yang lain.

“Itu sebabnya di Maluku kami dikejar waktu untuk membuat pesantren tidak cukup satu, harus empat bahkan lima dan sebentar lagi insya Allah di setiap kabupaten/kota di provinsi ini kami berharap agar Ponpes Al-Anshor ini ada di 11 kabupaten/kota,” ujarnya di sela-sela kegiatan Mukhoyyam di Dusun Oang Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (28/12/2022).

Berdasarkan pengalamannya di kampung-kampung di Papua dan Pulau Seram, Ustadz Abu menemukan kenyataan dimana saat Dai datang, masyarakat akan menjadi taat. Tapi sebaliknya, ketika Dai pergi, masyarakat pun kembali menjadi tidak taat.

“Beda halnya dengan pendidikan, dakwah dilakukan sangat efektif. Maka, kalau Anda belum bisa membangun pesantren, buat yang lebih ringan seperti sekolah formal. Kalau belum bisa, bangun sekolah non formal seperti PAUD, Playgroup, atau kutab-kutab untuk anak-anak kecil,” tegasnya.

Ustadz Abu mengaku dirinya tak mudah mendirikan Ponpes Al-Anshor. Ada banyak program dakwah termasuk waktu yang cukup lama untuk merintisnya hingga sampai saat ini.

“Kami pun tidak instant. Sebentar lagi Ponpes Al-Anshor akan berusia 19 tahun dan wallahu a’lam apakah usia kami akan dipanjangkan untuk mengawal pendidikan seperti ini. Tapi paling tidak kita memiliki harapan untuk melakukan ini dan kami yakin suatu saat para santri akan menjadi orang-orang hebat, sukses, dan insya Allah di atas punda mereka terletak ‘izzul Islam wal muslimin,” urainya.

“Dan kepada Ketua Umum kami doakan Antum supaya sehat, Pak Sekjen, dan kawan-kawan pimpinan wilayah seluruh Indonesia dari Papua sampai Aceh, kami berharap semoga Allah satukan kita dalam niat besar Dakwah Ilallah dan satukan kita nanti di surga,” kata Ustadz Abu Imam.

Terkait kegiatan Mukhoyyam, Ustadz Abu Imam menjelaskan, Mukhoyyam merupakan kegiatan Perkemahan Santri yang rutin digelar Ponpes Al-Anshor sejak tahun 2012 silam. Kegiatan ini digelar setiap tanggal 24 Desember hingga 2 Januari.

“Setelah Mukhoyyam ini kami kembalikan anak-anak ke kota untuk menikmati kehidupan di sana. Tapi selama hiruk pikuk Natal dan Tahun Baru kami yakin mereka tidak boleh ada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ustadz Abu Imam.

Mukhoyyam serentak diikuti para santri dari 4 Ponpes Al-Anshor yang tersebar di Bula, Pulau Seram Bagian Timur, Pulau Buru, dan Ambon. Kegiatan ini ditujukan untuk melatih fisik dan mental para santri agar menjadi generasi terbaik umat Islam untuk kebaikan bangsa dan negara.

Kali ini kegiatan digelar di lapangan Dusun Oang Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah yang juga merupakan lokasi pembangunan Ponpes Al-Anshor ke-5.

“Insya Allah setelah Ramadhan nanti kami akan melaksanakan Perkemahan Dai dan Daiyat Parmusi Maluku di tempat ini,” pungkas Ustadz Abu Imam.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 santri Ponpes Al-Anshor ini dibuka oleh Kepala Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, H. Yamin.

Hadir dalam pembukaan Mukhoyyam, Asisten Teritorial Kodam XVI Pattimura Ambon, Kol Inf. Hasanuddin Lubis, Sekertaris MUI Provinsi Maluku, Abd Manaf Latuconsina, Ketua Muhammadiyah Maluku, Abdullah Latua, serta tokoh agama setempat. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here