Buya Anwar Abbas Yakin Menkopolhukam Sukses Jaga Kondusivitas Pascapemilu 2024

574

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas optimis Menko Polhukam Hadi Tjahjanto bisa menjaga kondusifitas pasca Pemilu 2024 dengan pendekatannya yang humanis.

Hal itu disampaikan Buya Anwar saat Dewan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima kunjungan silaturahmi Menteri Kordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024).

“Rasa-rasanya Pak Hadi bisa dari cara dan gaya beliau, mlalui pendekatan yang humanistik, karena Pak Hadi saya lihat agak humanistik, ” kata Buya Anwar.

Buya Anwar Abbas juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar kondisi bangsa ini dalam keadaan yang baik.

“Kita doakan saja sehingga negara ini bisa baik dan tidak ada kejadian macam-macam. Bagi saya, kalau ada masalah, selesaikan masalahnya, kalau di bidang hukum, maka selesaikan secara hukum,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup di Aula Buya Hamka sekitar dua jam tersebut, Buya Anwar menyampaikan, Hadi meminta doa dan dukungan dari MUI.

“Beliau minta doa agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, maka kita doakan dan kita dukung,” kata Buya Anwar.

Buya Anwar mengatakan, posisi MUI sebagai mitra pemerintah akan selalu mendukung pemerintah apabila benar. Jika tidak benar, maka MUI akan mengingatkannya.

“Prinsip MUI, selama pemerintah benar, MUI akan mendukung tetapi kalau pemerintah berbuat tidak benar, maka MUI harus mengingatkan, itu hukumnya wajib,” tegasnya.

Buya Anwar Abbas menukil pernyataan Imam Al-Ghazali yang menyampaikan bahwa masyarakat akan rusak apabila pemerintahnya rusak. Sementara pemerintahnya akan rusak kalau ulamanya rusak.

“Kapan ulama rusak? Kalau ulama tidak berani menyampaikan kebenaran kepada pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kedatangan Menko Polhukam ini sejatinya MUI sedang diuji. Apakah berani menyampaikan kepada pemerintah atau tidak.

Buya Anwar Abbas menegaskan, MUI bakal mendukung pemerintah apabila sudah berlaku benar, baik, dan adil.

“Seharusnya memang begitu, tapi kalau seandainya pemerintah sudah berlaku benar, baik dan adil, wajib hukumnya bagi seluruh rakyat tunduk dan patuh,” tegasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pimpinan MUI, di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas dan KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah, Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here