Bolehkah Duduk di Atas Nisan Kuburan? Ini Hukumnya Dalam Islam

501
Kuburan (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Kubur berasal dari Bahasa Arab, yaitu tempat menguburkan jenazah. Menurut syariah Islam, karena di dalamnya terdapat jenazah atau mayat manusia, maka kubur harus dihormati.

Akan tetapi tidak boleh berlebihan, misalnya dengan menyembahnya, atau minta pertolongan kepadanya, dan juga tidak boleh merendahkannya, dengan berjalan di atasnya atau duduk di atasnya.

Hal di atas sebagaimana ditegaskan dalam suatu hadis Nabi saw: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Seseorang di antaramu duduk di atas bara api hingga membakar bajunya, lalu merembet ke kulitnya, adalah lebih baik baginya, daripada duduk di atas kubur.” [HR. Muslim, No. 2/667].

Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id., pada kesempatan lain Rasulullah saw bersabda:

“Diriwayatkan dari Uqbah ibn ‘Amir, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sungguh, saya berjalan di atas bara api, atau pedang, atau melepas sandal yang ada pada kakiku, adalah lebih saya sukai daripada saya berjalan di atas kubur seorang muslim.” [HR. Ibnu Majah, Shahih al-Jami’: 5038].

Hadits-hadits tersebut melukiskan bahwa berjalan dan duduk di atas bara api adalah lebih baik daripada berjalan dan duduk di atas kubur.

Ini menunjukkan bahwa berjalan dan duduk di atas kubur adalah berdosa, maka lebih baik menjaga diri dari perbuatan tersebut, dengan mencari celah-celah antara kubur-kubur, dan hendaklah membuka sandalnya ketika masuk ke tempat kubur, dan berdoa untuk orang-orang mukmin.

Wallahu A’lam bish Shawab..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here